8.400 Sertifikat Tanah ‘Tertahan’

  • Whatsapp

Kabarmadura.id –  Program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) yang dijalankan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sampang masih menyisakan berbagai persoalan.
Persoalan dimaksud adalah realisasi yang baru mencapai 20 persen. Di samping itu, ribuan sertifikat tanah yang sudah tercetak juga belum diterima warga.

Kepala Seksi (Kasi) Pengadaan Tanah BPN Sampang Rijatnoko mengatakan, target PTSL di Kabupaten Sampang pada tahun ini adalah 42.000 bidang tanah yang harus disertifikat. Akan tetapi, sampai saat ini baru 20 persen atau 840 bidang yang bersertifikat.

Dikatakannya, program PTSL sendiri tersebar di Kecamatan Banyuates, Omben, Robatal, Camplong, dan Sreseh. Namun demikian, sertifikat yang telah tercetak belum bisa diterima oleh warga.

“Prosesnya sebenarnya sudah selesai, dan saat ini hanya menunggu sertifikat keluar,” katanya.

Kata Rijatnoko, penyerahan sertifikat yang sudah dicetak itu biasanya diberikan secara simbolis oleh pejabat penting negara. Sedangkan 33.600 sertifikat yang lain memang belum selesai.

“Tunggu penyerahan saja kok, insya Allah dalam waktu dekat sudah terealisasi,” kelitnya.
Anggota Komisi I DPRD Sampang Syamsul Arifin, mengaku risau dengan persoalan program PTSL yang tak kunjung tuntas, padahal idealnya, realisasi program PTSL sudah harus di atas 50 persen, karena sudah memasuki masa akhir tahun.

“Kok bisa masih dua puluh persen? Ini perlu kami tindaklanjuti, harusnya separuh sudah teralisasi,” katanya.

Tak sampai di situ. Syamsul kemudian berkelakar untuk memanggil BPN melalui komisinya.  Menurut dia, kinerja dari BPN perlu dievaluasi. Dengan demikian, bisa diketahui di sektor mana yang lemah hingga proses penerbitan sertifikat tanah warga yang mengikuti program PTSL lamban.

“Sejak dulu, kelemahannya memang di penerbitan dokumen. Kami akan evaluasi nanti dan akan kami bahas di komisi,” tambahnya. (awe/sam/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *