8 Bidan Terinfeksi, RSUD Syamrabu Hentikan  Pemeriksaan Ibu Hamil

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M) DIBATASI: Pasien yang menunggu panggilan di poli Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamrabu Bangkalan

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Akibat adanya 8 bidan yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamrabu Bangkalan terinfeksi covid-19. Pasien bagi ibu hamil yang akan melakukan pemeriksaan sementara waktu dihentikan. Pihak rumah sakit hanya membuka layanan bagi ibu hamil dalam keadaan darurat.

Penghentian layanan bagi ibu hamil tersebut terhitung mulai sejak tanggal 13 hingga 15 Desember. Totalnya ada 40 nakes bidan yang dilakukan swab.

Bacaan Lainnya

Direktur Rumah Sakit Syamrabu Bangkalan Nunuk Kristiani menyampaikan, ada 17 nakes bidan yang menunggu hasil swab. Sementara itu, Senin (15/12/2020) 4 nakes bidan menjalani swab.

“Sebelumnya di ruang bersalin dan nifas atau IRNA C, tenaga medis dan bidan kami lakukan pemeriksaan PCR. Hasilnya ada 8 nakes bidan terinfeksi covid-19,” katanya.

Atas kejadian itu, selain melakukan penghentian sementara kegiatan pemeriksaan ibu hamil. Nunuk mengungkapkan, telah membuat surat edaran agar ibu hamil sebelum melakukan persalinan wajib swab untuk melakukan tindakan selanjutnya.

“Tapi kalau keadaan darurat untuk melakukan pemeriksaan, tetap kami layani,” tuturnya.

Untuk pelayanan pasien yang sudah ada di rumah sakit yakni di ruang ponek. Dikatakan Nunuk, sementara waktu dipindahkan di ruang instalasi gawat darurat (IGD). Selanjutnya, ruang pelayanan ponek bersalin atau VK bersalin dilakukan sterilisasi.

Selanjutnya, ke depan pihaknya berencana melakukan evaluasi pelayanan perawatan kehamilan dan kandungan yang berkaitan dengan kondisi saat ini. Dia juga telah membuat surat edaran terkait hal itu yang tertuang pada nomor 445/6375/433.209/2020. (ina/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *