8 Pasien Covid-19 Terpapar Varian Delta Sembuh

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) KARANTINA: Balai Diklat yang dijadikan lokasi isolasi mandiri (Isman) pasien dengan status OTG

KABARMADURA.ID, BANGKALAN РGubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengumumkan adanya pasien Covid-19 dari Bangkalan yang terinfeksi varian baru delta B16172. Dari semula tiga orang, kini bertambah menjadi delapan  orang.

Meski varian delta B16172 tergolong ganas, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan, menegaskan bahwa 8 pasien tersebut telah dinyatakan sehat dan boleh pulang. Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo juga mengabarkanb, bahwa hingga kini pihaknya belum mendapatkan kabar adanya tambahan pasien lain yang terinfeksi Covid-19 varian delta.

Bacaan Lainnya

“8 orang dan tidak ada info bertambah. Sampai sekarang semua pasien yang terinfeksi varian baru sudah sembuh semua,” katanya tergesa-gesa meninggalkan ruang Pendopo Bupati Bangkalan saat dimintai konfirmasi terkait itu.

Terpisah, Minggu (25/7/2021) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamrabu Bangkalan saat dihubungi pihak Kabar Madura belum menjelaskan secara pasti apakah pernah menerima dan merawat pasien Covid-19 varian baru. Sebab, tiga orang yang sebelumnya diumumkan oleh Gubernur terinfeksi itu dirawat di rumah sakit Surabaya.

Tim Satgas Covid-19 RSUD Syamrabu Bangkalan dr Catur Budi Keswardiono menyampaikan, pihaknya belum menerima informasi adanya pasien dengan varian delta B16172. Namun, dia menjelaskan, pasien yang masuk ke rumah sakit memang ada indikasi atau gejala yang mengarah kesana.

“Maaf saya nggak punya data untuk menjawab pasien varian baru. Selama ini pasien yang ditangani oleh rumah sakit selama lonjakan kasus, kalau dilihat pola dan gambarannya sih mengarah ke varian delta,” papar Dokter spesialis paru-paru itu.

Dia mengarahkan, agar ditanyakan dan dikonfirmasikan Dinkes 8 orang itu samplenya ambil di mana. Sebab, yang bisa memeriksa sampel untuk lihat varian adalah Balitbangkes Jakarta.

“Mungkin bisa langsung ditanyakan di bagian laboratorium rumah sakit,” arahnya.

Terpisah, bagian pengambilan sampel dan swab dr Fitriya Mayorita menuturkan, alat pemeriksaan PCR-nya tidak bisa menentukan jenis varian delta dan jenis varian baru lainnya. Tetapi kit Reagen yang digunakan dikatakan dapat mendeteksi beberapa jenis varian baru.

Perempuan berkacamata ini mengatakan, yang bisa menentukan jenis varian dengan pemeriksaan sekuensing genom.

“Beberapa sampel yang kami curiga varian baru kami kirim ke laboratorium Unair Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan sekuensing genom,” ungkapnya menjelaskan prosedur pemeriksaan sampel di laboratoriumnya.

Dari Bangkalan ada kurang lebih 300 sampel yang sudah masuk laboratorium Unair. Sayangnya, dia menjelaskan belum menerima informasi hasilnya. (ina/bri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *