oleh

8 Pedagang Pasar Anom Korban Penggusuran Belum Dapat Lokasi Pengganti

Kabarmadura.id/Sumenep-Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra mengutarakan, jumlah pedagang di daerah bundaran Pasar Anom sebanyak 109 orang. Hanya saja yang sudah difasilitasi baru sebanyak 101 orang,  sementara 8 pedagang masih belum menemukan tempat lantaran tidak mau ditempatkan di daerah bawah Blok A Pasar Anom.

“Pedagang tidak mau  menerima yang lokasi ditentukan pemerintah, lantaran menurutnya takut tidak laku,” katanya, Senin (17/02/2020).

Dijelaskan, mereka tidak menerima lantaran ingin ditempatkan di  daerah yang strategis yang dimungkinkan banyak pembeli. Harapannya, 8 orang pedagang saat ini dapat menemukan tempat jualan yang strategis. Namun, apalah daya pemerintah masih belum bisa menfasilitasi sesuai keinginan para pedagang.

“Kami terus berusaha agar semua pedagang dapat tempat yang strategis dengan cara melakukan penertiban secara bertahap,” ujarnya.

Ditambahkan, pelaksanaan relokasi baru bisa dilaksanakan setelah penggusuran. Berdasarkan rapat koordinasi menyebutkan juga titik lokasi, di mana tempat yang tepat lokasi relokasi sesuai permintaan pedagang juga di sekitar pasar.

“Tentunya relokasi tidak mengganggu pada aktivitas yang lain, baik pada parkir ataupun tidak membuat pasar terlihat kumuh,” ujarnya.

Matra ‘e (40), salah seorang pedagang yang tidak kebagian tempat itu mengatakan, sangat mengharapakan agar pasar segera dibenahi dan semua pedagang mendapatkan lokasi. Sehingga, prlakuan terhadap para pedagang tidak terkesan pilih kasih.

“Saya saat ini berjualan di tempat yang tidak strategis. Sehingga, para pembeli tidak banyak berdatangan pada jualan saya ini,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari mendesak agar pemerintah dapat menertibkan pasar. Sebab, jika tidak ditertibkan, akan menimbulkan ketidakadilan . Dia berharap dinas terkait harus bekerja keras lagi dalam mengurusi tempat para pedagang yamg dapat kebaigian tersebut.

“Jika semua pedagang banyak pembeli, maka akan menambah ekonomi untuk keluarganya,” tuturnya.

Politisi PPP tersebut meminta agar pemerintah dapat menyediakan lapak jualan yang lebih luas lokasi pedagang yang baru yang juga lebih strategis.

“Wajar saja jika 8 pedagang itu tidak mau lantaran takut tidak laku. Sebab, tempat di area Blok A itu tidak terbuka,” pungkasnya. (imd/pai)

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed