oleh

8 Pemerkosa di Kokop Ditangkap, 2 Orang di Bawah Umur

Kabarmadura.id/Bangkalan-Aksi tidak manusiawi yang dilakukan oleh pelaku pemerkosaan massal yang ada di Kecamatan Kokop menuai titik terang. Rabu (8/6/2020), para pelaku tersebut berhasil diringkus oleh Kepolisian Resort Bangkalan. Di mana diketahui bahwa pelaku pemerkosaan tersebut tidak hanya 7 orang, melainkan 8 orang.

Tetapi, Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra mengungkapkan, tambahan satu pelaku tersebut tidak ikut melakukan aksi bejatnya. Tetapi, satu pelaku yang diketahui dengan inisial MZ ini hanya menonton 7 rekannya yang memerkosa korban secara bergantian.

“Dari 8 orang tersangka ini, ada 2 orang dibawah umur yakni umur 17 tahun yaitu R dan J masih 14 tahun,” ujarnya.

Kata AKBP Rama, komplotan para pelaku ini mengaku tidak sengaja melakukan pemerkosaan itu. Sebab, sasaran sebelumnya merupakan janda yang ada di Kecamatan lain, bukan S (korban, red). Karena saat itu kebetulan S lewat tengah malam, akhirnya para pelaku membuntuti korban.

“Awalnya pelaku MR ini datang ke tongkrongan dan bilang ada proyek,” jelasnya.

Karena mengetahui maksud dari kata proyek itu yakni untuk melakukan aksi bejat, para pelaku ini membuntuti korban dan mengancam 2 teman korban agar menyerahkan S kepada mereka. Dalihnya, S ini sudah dicari oleh keluarganya dan meminta 2 temannya yang mengantar S berbelanja untuk ditinggalkan. Sebab, jika S diantar kedua temannya ini akan dikeroyok oleh warga.

“Mereka melakukan itu sambil menunjukkan sebuah senjata tajam,” jelasnya.

Karena ketakutan, 2 teman S meninggalkan korban. Selanjutnya kedelapan pelaku ini pun langsung membawa S ke sebuah hutan di bukit yang ada di Desa Bandan Laok, Kecamatan Kokop. Para pelaku menyetubuhi korban dengan cara memegang tangan dan kakinya. Kemudian diperkosa berkali-kali secara bergantian.

“Para pelaku maksimal hukumannya 12 tahun penjara,” jelasnya.

Diketahui, 8 pelaku ini yakni R (20), FR (20), MF (21), AR (22), J (14), MR (21), SA (25) dan AR (22). Dari kedelapan pelaku ini juga diketahui ada yang berstatus mahasiswa dan pelajar. Aksi mereka dilakukan pada Kamis (25/6/2020) malam. Sebelum para pelaku berhasil di tangkap, korban S meninggal dunia tanggal 1 Juli yang diduga akibat bunuh diri karena depresi dan diancam oleh para pelaku.

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Agus Sonbraja menjelaskan, proses penangkapan para pelaku yakni diawali dengan empat pelaku menyerahkan diri. Di mana keempatnya diantarkan oleh kepala Desa Bungkeng, Kecamatan Tanjung Bumi pada malam hari, Senin, (6/7/20) malam.

Kemudian disusul satu pelaku juga menyerahkan diri, Selasa (7/7) malam. Dan dari 7 pelaku yang dilaporkan, polisi juga berhasil meringkus sisa 2 pelaku, Rabu (8/7/20) siang yang mencoba melarikan diri ke luar Madura.

“Dari hasil pengembangan para pelaku yang sudah ditangkap, ada 1 tersangka lagi yang berhasil diringkus, Rabu (8/7/20) siang,” tukasnya. (ina/pai)

 

 

Komentar

News Feed