Setelah Dilatih Jadi Entrepreneur, Santri Sudah Tidak Berminat Berwirausaha

(FOTO: KM/HELMI YAHYA) SERIUS: Peserta dan anggaran pelatihan pada program Santri Entrepreneur tahun 2021 berkurang drastis dibanding 2020.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Program Santri Entrepreneur tahun 2021 di Bangkalan menyusut, bahkan jika dibandingkan dengan tahun 2020, peserta pelatihan tersebut sangat jauh berkurang.

Hal itu membuat efektivitas pelatihan dan pengembangan pada santri tersebut dipertanyakan sejumlah pihak. Sebab, dana yang disiapkan melalui Anggaran Perencanaan Belanja Daerah (APBD) Bangkalan langsung habis untuk satu kali pelatihan.

Salah satu peserta Santri Entrepreneur tahun 2020, Abdus Salam, menyampaikan bahwa dirinya tidak lagi dilibatkan pada program itu. Padahal pada tahun sebelumnya dia telah mendapat prestasi menjadi peserta terbaik dalam pelatihan tersebut.

Bacaan Lainnya

Kata Salim, meskipun peserta pelatihannya banyak, tetapi tidak ada yang berujung produktif. Setelah satu tahun, banyak yang sudah lupa dan tak lagi menggemari dunia wirausaha .

“Jika hanya melatih tanpa ada hasil, tujuan untuk jadi entrepreneur ini sudah tidak tercapai,” ungkap Abdus Salam.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Usaha Mikro Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Bangkalan Musninah menyampaikan, program Santri Entrepreneur tahun 2021 sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan tahun 2020.

Jumlah peserta tahun 2020 mencapai 100 santri, sedangkan 2021 hanya 20 santri. Perbedaan itu dipicu minimnya anggaran yang disediakan lantaran terdampak refocusing.

Musninah juga menyampaikan, program yang seharusnya menjadi prioritas perhatian bupati Bangkalan tersebut, sempat tidak bisa dilakukan, karena dana yang sebelumnya disediakan, ditarik kembali lalu dikembalikan lagi.

“Awalnya memang sudah direncanakan, tapi kemudian ditarik lagi, lalu akhirnya dikembalikan lagi,” ulasnya.

Perempuan yang akrab disapa Nina tersebut membeberkan bahwa dana yang dialokasikan di tahun 2021 hanya Rp25 juta. Padahal tahun 2020 mencapai hampir Rp100 juta. Sehingga di tahun 2021 hanya mampu melakukan satu pelatihan, tanpa pendampingan jangka panjang.

Jika pelatihan di tahun sebelumnya ada produk yang dihasilkan seperti sandal dan tas, tahun ini hanya fokus di makanan dengan peserta 20 santri dari 4 pesantren di Bangkalan.

“Sementara ini kami akan mencoba memprioritaskan santri jika ada pelatihan lain yang melibatkan kami,” ucapnya mengakiri.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan