Disdag Bangkalan: Pembeli Hewan Ternak Merosot 40 Persen

(FOTO: KM/FAIN NADOFATUL M.) MEROSOT: Dinas Perdagangan (Disdag) Bangkalan mencatat jumlah pembeli hewan ternak di pasar tradisional mengalami penurunan.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Dinas Perdagangan (Disdag) Bangkalan mengungkapkan bahwa jumlah pembeli hewan ternak mengalami penurunan sekitar 40 persen. Hal tersebut juga tidak lepas dari wabah Covid-19 berdampak pada penurunan tingkat penghasilan masyarakat.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pasar Disdag Bangkalan Ciptaning Tekat menuturkan, daya beli khususnya di pasar hewan yang menurun diakibatkan oleh banyaknya warga yang pendapatannya menurun.

“Masyarakat juga enggan membeli hewan ternak karena kesulitan juga, mau beli dengan apa. Banyak pedagang yang mengeluh ke saya,” paparnya.

Bacaan Lainnya

Ia menceritakan, jika sehari pedagang hewan ternak membawa 100 sapi, yang terjual hanya sekitar 60 sapi. Itu pun dengan catatan pasar dalam kondisi ramai. “Gimana lagi, kami tidak bisa membantu apa-apa. Karena yang memberi bantuan juga bukan di instansi kami,” ujarnya.

Selain itu, Ciptaning juga mengungkapkan, bahwa menurunnya daya beli masyarakat terhadap hewan ternak juga berdampak pada merosotnya pendapatan asli daerah (PAD) sektor pasar. Pihaknya juga mengaku kesulitan dalam menagih retribusi pasar, sebab banyak pedagang yang jualannya tidak laku.

“Akibatnya kami juga bingung mau menagih retribusi ini bagaimana. Pedagang banyak yang hutang,” ujarnya.

Tidak hanya itu, ia menambahkan, banyak warga yang mulai beralih untuk melakukan transaksi jual beli di toko modern dibandingkan pasar tradisional. Sebab ia mengaku bahwa di pasar modern pelayanan, harga, sarana, dan prasarana lebih bagus dibandingkan pasar tradisional. Apalagi jarak keduanya cukup dekat.

“Memang pasar ini kadang becek kalau hujan, tapi ya kalau bisa pembangunannya jangan terlalu dekat dengan pasar. Kasihan pedagang kecil ini,” tandasnya.

 

Reporter: Fain Nadofatul M.

Redaktu: Muhammad Aufal Fresky

Tinggalkan Balasan