Serapan Anggaran Bidang Kesehatan di Bangkalan Rendah

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) LAMBAN: Penyerapan Anggaran Perencanaan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021 di Dinas Kesehatan (Dinkes) tidak optimal.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN -Penggunaan dana di bidang kesehatan cukup rendah. Hingga penghujung akhir tahun 2021, serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Dinas Kesehatan (Dinkes) masih berada di angka 66 persen dari Rp246.733.839.702. Yakni, hanya terserap Rp162.843.311.264.

Sisanya, Rp83.890.528.438 atau 34 persen anggaran belum terserap. Sedangkan salah satu kendala minimnya serapan, akibat Sistem Informasi Perangkat Daerah (SIPD) yang seharusnya menyediakan informasi pembelian sarana dan prasarana (sarpras). Hal ini diungkapkan Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo, Kamis (9/12/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, SIPD nantinya akan menjadi akses khusus untuk pengadaan sarpras di bidang kesehatan. Sedangkan kondisinya di daerah yang identik dengan slogan Kota Salak belum siap. Sehingga belanja langsung untuk mencukupi kebutuhan sarana di dinas maupun fasilitas kesehatan (fakes) terhambat.

“Jadi kami masih kesulitan untuk melaksanakan kegiatan di masa pandemi. Bahkan tidak bisa memaksimalkan penyerapan anggaran. Akibatnya terjadi penundaan dan melambat. Kami baru bisa melakukan kegiatan ini, pada pertengahan tahun, makanya lambat,” ujarnya.

Meski demikian,  hingga akhir tahun 2021 pihaknya berjanji akan berusaha semaksimal mungkin melakukan penyerapan. Meskipun tidak bisa hingga 100 persen, akan menyerap hingga 90 persen. “Kami akan maksimalkan, kalau penuh 100 persen saya rasa tidak bisa, paling tidak 90 persen nanti,” janjinya.

Sementara itu Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan mengaku, sudah melakukan koordinasi dengan Dinkes mengenai lemahnya serapan APBD. Sebab hingga tutup tahun, serapannya masih 66 persen. “Ini memang masih minim. Makanya kami minta alasannya dan memang benar, mereka juga direpotkan dengan pandemi,” responnya.

Bahkan sudah melakukan evaluasi terhadap instansi terkait. Alhasil, penyerapan harus dioptimalkan. Sebab anggaran yang sudah masuk ke Dinkes harus menjadi prioritas. Sehingga dibelanjakan untuk kebutuhan pelayanan masyarakat. “Kami minta dan tunggu laporan selanjutnya,” tegasnya.

Serapan dan Sisa APBD Dinkes 2021

  • Total
    • 733.839.702
  • Serapan
    • 843.311.264
  • Sisa
    • 890.528.438

Kendala Minimnya Serapan

  • Belum siapnya SIPD
  • Sulit melaksanakan kegiatan di masa Pandemi

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *