Dorong Kepenulisan Jurnal Lebih Kompetitif, Rektor IAIN Madura Gelar Anugerah Prestasi

(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) PACU:Anugerah Prestasi menjadi salah satu cara IAIN Madura mengapresiasi kepada jurnal-jurnal berprestasi.

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Untuk memotivasi dan mendorong para pengelola jurnal lebih kompetitif, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura Mohammad Kosim menggelar Anugerah Prestasi, Senin (20/12/2021), di Aula Rektorat IAIN Madura.

Menurut Rektor IAIN Madura Mohammad Kosim, Anugerah Prestasi IAIN Madura memang rutin dilaksanakan setiap tahun. Tujuannya, supaya para dosen, mahasiswa, khususnya para pengelola jurnal bisa terpacu untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas berbagai jurnal.

Dengan begitu, bisa mempersembahkan perkembangan ilmu pengetahuan yang terbarukan berdasar hasil penelitian yang dilakukan. Kemudian bisa dikontribusikan untuk menopang sumber daya manusia (SDM) yang siap berdaya saing.

Bacaan Lainnya

“Tujuannya untuk memberikan penghargaan kepada mereka yang berprestasi dan memberikan motivasi kepada yang belum berprestasi, agar ke depan bisa meningkatkan prestasi,” ujar Mohammad Kosim.

Kosim juga menjelaskan, untuk tahun 2021, terdapat tiga penghargaan yang diberikan, di antaranya Audit Mutu Internal (AMI) Award, yaitu penghargaan bagi program studi (prodi) yang secara mutu akademik paling tinggi, Jurnal Award dengan 9 kategori dan Sinta Award, yakni penghargaan untuk penulis produktif yang tulisannya banyak disitasi oleh orang lain.

“Penilaian dilakukan secara profesional. Tim penilai akan menilai sepanjang tahun dan secara formal di akhir triwulan,” ulas Kosim tentang teknis penilaian dalam penghargaan itu.

Mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu menambahkan, indikator penilaian dari setiap penghargaan berbeda-beda, untuk AMI Award, mulai dari mutu pengelolaan pembelajaran, pengelolaan penelitian, pengelolaan pengabdian masyarakat, meningkatkan mutu dosen dan mahasiswa, serta karya dosen dan mahasiswa.

Sedangkan untuk Jurnal Award, yang menjadi dasar adalah manajemen, stok persediaan naskah pengirim jurnal. Sementara Sinta Award adalah paling banyak disitasi oleh orang lain.

“Kami saat ini sudah mempunyai 23 jurnal, satu jurnal terindeks scopus Al Ihkam dan 2 jurnal lainnya Sinta II yaitu Karsa dan Tadris,” ulasnya.

Sementera untuk pemenang AMI Award, juara 1 dimenangkan oleh Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), juara kedua diraih Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), sedangkan juara ketiga dimenangkan oleh Prodi Bahasa Arab (PBA).

Reporter: Khoyrul Umam Syarif 

Redaktur: Wawan A. Husna

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.