Menelisik Kisah Nurul Ulum, Kasi PD dan Pontren Kemenag Pamekasan yang Pernah Jadi Kuli Bangunan untuk Biayai Kuliah

(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) Nurul Ulum: Kasi Pendidikan Diniyah dan Pontren Kemenag Pamekasan

KABARMADURA.ID | Sebelum menjadi aparatur sipil negara (ASN), sosok satu ini pernah menjalani proses yang cukup sulit kita kuliah di Malang. Saat itu, ia mengerahkan segala upaya untuk tetap bertahan hidup di tanah rantauan, sebab kiriman dari orangtuanya tidak cukup. Salah satu cara yang dilakukannya yaitu berjualan kaos olahraga dan kayu bangunan. Sosok tersebut bernama Nurul Ulum.

KHOYRUL UMAM SYARIF, PAMEKASAN

            Tidak hanya berjualan, ia juga pernah menjadi kuli bangunan, kernet angkutan umum, dan pengemudi ojek online. Semua pekerjaan tersebut ia tekuni untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Bacaan Lainnya

Ia mengaku tidak pernah gengsi terhadap semua jenis pekerjaan yang dilakoninya. Yang terpenting baginya pekerjaan tersebut halal. Terbukti, dari hasil jerih payahnya tersebut, ia mampu mencukupi segala kebutuhan hidup selama di perantauan hingga lulus dari Universitas Negeri Malang (UM).

“Semua pekerjaan yang penting halal, saya kerjakan, tidak pernah gengsi, spiritnya adalah membanggakan orangtua. Kebetulan orangtuanya mantan tentara, kebetulan tidak sengaja juga, saya aktif di Banser sekarang, artinya kedisiplinan menjadi hal yang utama dalam hidup saya,” paparnya, Rabu (12/22/2021).

Ia juga bercerita, selama kuliah di Malang, ekonomi orangtuanya berada di titik terendah. Artinya, keluarganya tidak memiliki apa-apa untuk menopang biaya kuliahnya. Sebab menurutnya, saat itu pensiunan veteran hanya Rp300 ribu per bulan. Sementara itu, ia mendapatkan kiriman sebanyak Rp150 ribu. Uang tersebut tidak sebanding dengan biaya hidup di Malang, Uang kosnya saja Rp300 ribu per bulan.

Namun berkat usaha, kesabaran, dan kedisiplinannya, ia berhasil melewati itu semua. Bahkan, telah menamatkan kuliah S2 dan saat ini menjadi pegawai negeri sipil di Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan. Di Kemenag, ia menduduki posisi sebagai Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Diniyah (PD) dan Pontren.

Selanjutnya, pria yang kerap disapa Ulum itu juga mengutarakan, selama hidup, ia memegang prinsip yaitu mengutamakan bangsa dan negara dibandingkan kepentingan individu dan golongan. Ia juga bertekad untuk tidak menyakiti orang lain, baik dari ucapan maupun tindakannya.

“Prinsip saya tidak boleh menyakiti orang lain, apalagi teman, lebih baik kita menderita karena teman daripada  teman kecewa kepada kita,” ungkapnya.

 

 Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.