Aksi Goyang Jabatan Kepala Disdik Sumenep Didukung Legislator

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) MASIH PERKIRAAN: Kepala Disdik Sumenep Agus Dwi Saputra yang baru dilantik pada Desember 2021 itu dinilai tidak akan mampu menyelesaikan masalah pendidikan.

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Aksi demonstrasi karena meragukan kemampuan kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep yang baru, mendapat dukungan dari Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Kiai Samioeddin.

Demonstrasi yang dilakukan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STKIP PGRI Sumenep tersebut dilakukan pada Selasa (11/1/2021) lalu. Mereka ragu dengan kepemimpinan Agus Dwi Saputra di Disdik Sumenep. Sebab, banyak masalah besar yang jadi tanggung jawabnya untuk diselesaikan.

Bacaan Lainnya

Mantan kepala Disperindag Sumenep itu baru diangkat sebagai kepala Disdik Sumenep pada 31 Desember 2021 lalu. Masa kerjanya belum genap sebulan dijalani, namun diragukan bisa menyelesaikan berbagai masalah di Disdik Sumenep.

Menurut Kiai Samioeddin, keraguan itu dinilai wajar, karena ada sistem yang amburadul di Disdik Sumenep. Sementara, banyak persoalan yang dihadapi Disdik dan belum terpecahkan. Salah satunya persoalan data jumlah sekolah yang harus bisa diakses secara terbuka. Sampai hari ini belum terwujud.

Sehingga menurutnya, banyak target yang harus dicapai. Ada beban sosial dan tanggung jawab besar yang harus diselesaikan di Disdik Sumenep.

“Pokoknya ada sistem yang amburadul di sana, itu tentu menjadi tugas besar dalam menyelesaikannya, masalah-masalah itu harus diselesaikan jika ingin menjawab terhadap keraguan publik,” kata politisi PKB itu.

Sementara itu, juru bicara (jubir) Dewan Pendidikan Sumenep, Ahmad Junaidi, mengaku tidak mempersoalkan terhadap penggantian kepala Disdik Sumenep itu. Sebab soal kemampuan masih dinamis dan tidak ada salahnya masyarakat tetap memberikan kesempatan kepada Agus Dwi Saputra untuk bekerja terlebih dahulu.

“Kami sempat bersilaturrahim ke Disdik, ternyata ada kesiapan dalam rentang waktu tiga bulan. Maka setelah itu baru ada tindak lanjut untuk kijerjanya,” papar dia.

Sebelumnya pada aksi aktivis PMII di depan kantor Disdik Sumenep, Selasa (11/01/2022), disebut bukan karena kepala Disdik Sumenep minim pengalaman dalam dunia pendidikan.

Tuntutan mereka sebagaimana disampaikan melalui Nurhayat, selaku koordinator aksi demonstrasi itu, Disdik Sumenep harus berkomitmen menuntaskan persoalan pendidikan, khususnya di kepulauan. Sebab, menurut mereka,  selama ini masih ada diskriminasi perhatian pendidikan antara daratan dan kepulauan.

Kekhawaturan mereka terhadap kepemimpinan kepala Disdik Sumenep yang baru, juha karena melihat kinerja kepala Disdik Sumenep di masa-masa sebelumnya. Sehingga khawatir akan terjadi kegagalan turun-temurun.

Yang menurutnya paling dominan dan menjadi perhatian publik, Disdik Sumenep dianggap gagal menjadi induk yang menjamin kesejahteraan tenaga pendidik serta fasilitas pendidikan di pelosok dan wilayah kepulauan.

Kadisdik Sumenep  Agus Dwi Saputra sebelumnya telah menanggapi tuntutan aktivis PMII tersebut. Dia  mengaku akan menampung aspirasi mahasiswa dan menyampaikan komitmen serta keseriusannya dalam menangani persoalan pendidikan.

“Saya berkomitmen dan akan serius memperbaiki pendidikan di Sumenep. Terima kasih kepada teman-teman mahasiswa atas evaluasi dan dukungannya,” ucap Agus.

Reporter: Moh Razin

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *