Kumpulan Puisi Ilyas Ibnu Husen

Bulan di Atas Kuburan

Saat kau masih tersenyum

Dalam tasbih dan tahmid

Bacaan Lainnya

Di pelantaran masjid yang agung

Engkau mengajarkan arti kehidupan yang sesungguhnya

Dari sini aku ingin mendapatkan berkah dan karomah darimu 

Menjadikan setiap waktu untuk ibadah 

Tak kuasa saat dunia sudah kehilangan permata ulama’

Satu demi satu hilang diambil yang maha kuasa

Dari hikayah ini, aku berusaha untuk lebih tegar 

Bahwa apa yang kita lakukan pasti ada balasan

Apa yang kita kerjakan pasti kembali kepada diri kita sendiri

Semuanya kini tegah dalam kesedihan dan bimbang

Tak tau akan kemana lagi 

Ibarat rumput yang sudah layu dan tak mungkin mekar kembali

Di atas cakrawala yang masih indah 

Tak seindah apa yang kami rasakan hari ini

Aku ingin bersamamu dalam genggaman do’a

Ucapanmu akan terus melekat dalam tubuh

Memberikan harapan pada jalan kebenaran

Batuputih, 17 Januari 2022

 

Tulus Itu Bisu

Tidak bisa diungkapkan

Tapi hanya bisa dirasakan

Setulus apapun dirimu yang terpenting adalah kebahagiaan dia

Biarlah kamu terdiam dalam kehangatan

Agar aku tau sampai di mana kau akan peduli

Rasa ini tidak perlu diungkapkan

Kau juga akan tau dan bisa merasakan

Rasa tulus tidak bisa diungkapkan

Tulus itu bisu

Engkau juga akan tahu

Sumenep, 17 Januari 2022

 

Cinta Segitiga

Tidak ada yang berhak menyalahkan cinta.

Ia datang tanpa diundang, ia adalah anugerah dari Tuhan

Kau telah berhasil memilih pasangan

Tapi, tidak semuanya kau harus dapatkan

Di antara cinta tidak ada kata mengalah

Dalam kebahagiaan yang nyata cinta yang paling utama

Kau berhasil menusuk hati nurani

Memberi kesan dalam hikmah kehidupan

Mengapa rasa ini datang, kalau kau tidak bisa ada di dalam kehidupan.

Cinta ini abadi 

Tanpa kau harus ada di sisiku

17 Januari 2022

 

Perjuangan Kehidupan

Pahit dan manisnya kehidupan, akan dilalui

Pernahkah kita berfikir ke bawah 

Melihat orang sengsara yang hidup terpencil dari kota

Yang mau dimakan harus dicari sekarang

Yang mau belajar harus melewati jembatan yang rapuh

Anak-anak dalam desa ini menikmati, tanpa adanya mengeluh sana sini

Kehidupan yang nyata terasa berat 

Hidup dengan kesabaran dan tantangan

17 Januari 2022

 

Pemuda yang Sedang Kasmaran

Ia tidak akan memikirkan hal lain, dari apa yang sudah menyentuh terhadap hatinya.

Menjadikan semua alasan atas apa yang sudah ia sayangi.

Seorang yang kasmaran akan mati akal

Tidak memiliki rasa lapar dan keyang,

Yang ia pikirkan hanyalah sang pujaan hati

Pemuda mempunyai darah muda,

Gelora cinta yang sangat dahsyat.

Pengorbanannya mampu menembus angkasa

Jika, pujaan hatinya sudah tiada 

Secara perlahan ia akan mati di tengah kenikmatan dunia

Biarkan langit akan runtuh.

Laut akan bersikap seperti sunami,

Cintanya tidak akan pernah tergoyah

Kalau ia sakit jangan bawakan obat

Cukup sang pujaan hatinya, akan menjadi penenang atas semua kegelisahan.

Uniba Madura, 17 Januari 2022

 

 Air Mata

Tanda kegelisahan dan bahagia berada dalam air mata

Seseorang akan mampu menjalani hidup dengan air mata

Kini, aku akan takcapkan sebuah do’a agar engkau bahagia disana

Air mata yang tulus datang dari ibu 

Segalanya tidak akan pernah bohong, bahkan ia tidak akan meminta apa-apa mengenai cintanya

Kalau hujan sudah redah, air mata ibu akan terus mengalir menjadi saksi ketulusan hati 

Ibu adalah air mata kami

20 Desember 2021

 

Oleh: Ilyas Ibnu Husen ( Mahasiswa aktif di kampus Uniba Madura)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.