oleh

84 Unit Mode Transportasi Milik Pemkab Sampang Tertahan di Penyewa

Kabarmadura.id/Sampang-Upaya penarikan mode transportasi roda tiga dan roda empat oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sampang dari pihak ketiga atau masyarakat penyewa, hingga kini belum tuntas. Penarikan itu, lantaran sistem sewa kendaraan bantuan dari Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) RI tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Dari temuan Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (LHP BPK) tahun 2016, diketahui keberadaan mode transportasi roda dipihakketigakan tanpa perjanjian yang jelas. Bahkan, terdapat tunggakan uang sewa oleh pihak ketiga. BPK pun merekomendasikan sejumlah kendaraan aset tersebut wajib ditarik dari penyewa. Tapi hingga kini, masih ada puluhan kendaraan yang belum ditarik.

Kepala Dishub Sampang Aji Waluyo yang dikonfirmasi melalui Kasi Angkutan dan Keselamatan Jalan Heri Budiyanto mengatakan, upaya penarikan sejumlah mode transportasi terus dilakukan secara bertahap. Bahkan, terus dilakukan proses pencarian keberadaan kendaraannya.

Kata dia, dari total 141 unit mode transportasi roda tiga itu, yang sudah ditarik dari penyewa sebanyak 37 unit, dihibahkan kepala kelompok masyarakat penyewa yang sudah melunasi uang sewa berjumlah 26 unit. Sementara untuk mode transportasi roda empat dari total 32 unit, yang sudah ditarik 21 unit dan dihibahkan kepada kelompok masyarakat empat unit.

“Sampai sekarang ini, mode transportasi yang ada di penyewa tercatat sebanyak 84 unit. Rinciannya; roda tiga 78 unit dan roda empat 6 unit. Semua kendaraan yang masih ada di masyarakat ini terus kita upaya tarik. Ini masih terus proses,” ucap Heri, Selasa (21/07/2020).

Dirinya menjelaskan, untuk uang sewa atau retribusi mode transpotasi itu, untuk roda empat Rp500 ribu perbulan, roda tiga Rp150 perbulan. Sayangnya saat ditanya terkait besaran tunggakan uang sewa mode transportasi itu, dirinya berdalih tidak tahu, karena ada bidangnya tersendiri.

“Kami hanya melakukan penarikan dari penyewa, setelah itu barangnya dilimpahkan ke bagian aset untuk dilelang atau dihibahkan,” kelitnya.

Sementara itu, Kabid Pengelolaan Aset Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sampang Bambang Indra Basuki menegaskan, sebagian mode transportasi hasil penarikan itu sudah dilelang dan dihibahkan. Tapi pihaknya tidak bisa membeberkan jumlahnya secara pasti.

“Yang jelas, sebagian sudah kami lelang dan hibahkan. Tapi, jumlah pastinya saya tidak hafal,” tukas Bambang. (sub/nam)

 

Komentar

News Feed