oleh

85 D3sa Ternacam Kekeringan

Kabarmadura.id/Bangkalan– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan telah melakukan pemetaan wilayah yang akan dilanda kekeringan. Sebab, pergantian musim hujan selesai dan musim kemarau akan tiba. Kepala BPBD Bangkalan Rizal Moris menuturkan, musim hujan diprediksi akan mulai akhir bulan Juli.

Menurut Rizal, hal tersebut sesuai dengan rilis dari Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) tentang prakiraan kondisi iklim bulan Juni sampai Agustus 2020.

“Ini kalau sesuai rilis Bangkalan puncaknya musim kemarau di akhir Juli,” ujarnya.

Prediksi dari BMKG ini berdasarkan sistem atau metode bacanya dengan lahiriliah. Artinya dibacanya per-20 hari kedepan. Mana yang masih kategori wilayah hujannya masih tinggi, mana yang hujannya menengah dan mana yang rendah. Untuk di Bangkalan, BMKG telah membaca curah hujan sudah dibawah 50 Milimeter.

“Nah, ketika sampai Juli masih sekitar itu. Jadi peringatan dininya dari BMKG puncaknya masuk di akhir Juli,” paparnya.

Sedangkan dari tahun ke tahun, akibat musim kemarau ini. Bangkalan selalu dilanda bencana kekeringan. Langkah dari BPBD Bangkalan sendiri, Rizal mengungkapkan, berdasarkan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bangkalan. Bahwa program pencairan sumber air tersebut tidak berhasil.

Sebab, kata dia, ada setidaknya 8 wilayah yang mengalami kering kritis yakni tidak mempunyai sumber air sama sekali.

“Teknisi yang kami datangkan baik dari UGM atau Unair itu geleng-geleng kepala, tidak mau mengebor lagi,” jelasnya.

Jadi Rizal menyampaikan, bagi wilayah yang  tidak mempunyai sumber air mau tidak mau selamanya harus mengandalkan dropping air ketika kemarau. Lanjutnya, kecuali desa-desa yang sudah memiliki program tadah hujan. Dimana kegiatan itu masih bisa dimanfaatkan ketika musim kemarau.

“Tapi jangka waktunya agak lama, untuk membuat sumber dari tadah hujan,” tandasnya.

Diketahui, dari hasil pemetaan, untuk tahun ini terdapat 85 desa yang tersebar di 13 Kecamatan yang diprediksi akan terdampak kekeringan. (ina/pai)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed