oleh

85 Persen Pengguna OSS Butuh Dampingan

Kabarmadura.id – SUMENEP -Sejak Peraturan Pemerintah (PP) nomor 24 tahun 2018 tentang pelayanan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik yang menggunakan online single submission (OSS) diterapkan bulan Oktober 2018, ada 700 lebih izin yang telah terbit.

Sebagaimana diketahui, semua bentuk perizinan, mulai dari Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Surat Izin Usaha Pedagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), izin lokasi dan lain sebagainya sudah langsung pusat, bukan lagi daerah. Akan tetapi, masih terdapat 85 persen pengusaha yang masih membutuhkan pendampingan.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Seksi Penerbitan dan Penepatan Izin, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP), Wijaya. Menurutnya karena masih program baru, masih banyak yang belum tahu.

“Dari data kita, antara yang didampingi dan mandiri, kalau dipersentasekan itu 85 dan 15 persen. Karena ini program baru, orang masih banyak ke sini (DPM PTSP, red.),” katanya.

Untuk di kepulauan sendiri, selain karena pengetahuan tentang OSS masih kurang memadai, di sana juga mempunyai masalah tersendiri yaitu sulitnya jaringan internet. Wijaya menambahkan bahwa jika jaringan internet di daerah kepulauan kuat, maka hal itu bukan masalah lagi.

“Yang jelas masyarakat enak banget dimanjakan, mereka tinggal duduk, kita layani, kita ketikkan kalau misalnya perlu,” ujarnya menambahkan.

Selebihnya, pihaknya mengaku akan terus meningkatkan pelayanan dan pendampingan kepada pengusaha dalam hal mengurus perizinan sebaik mungkin.

“Per kecamatan ini kita ada komitmen pertahun kita adakan sosialisasi. Orang yang butuh perizinan kita arahkan untuk manfaatkan OSS. Jadi, orang tidak usah ke sini lagi, di kecamatan buat OSSnya,” jelas Wijaya.

Lebih lanjut, Wijaya berharap mudah mudahan dengan adanya OSS ini, investasi di Sumenep ini akan mengalami peningkata yang signifikan. (KM44/pai)

Komentar

News Feed