oleh

88 Sekolah Tidak Layak Anak

KABARMADURA.ID, BANGKALAN, TANJUNG BUMI- Sebanyak 88 sekolah di Bangkalan dinyatakan belum layak anak. Salah satu kendalanya soal  fasilitas dan lingkungan yang belum memadai. Padahal dari sekitar 360 sekolah yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan. Seharusnya sudah bisa menjadi sekolah layak anak, dengan harapan bisa mendapatkan Kota Layak Anak (KLA) di tahun 2021.

Sekretaris Dinas Pendidikan Bangkalan Qomar menyampaikan, masih ada sekitar 88 sekolah mulai dari TK, SD, SMP yang masih belum ramah anak. Padahal pihaknya sudah sering menghimbau sekolah agar segera memenuhi kebutuhan tersebut.

“Kami sudah sampaikan, karena ini juga sudah ada dasar kebutuhannya,” terangnya.

Menurut Qomar, beberapa sekolah yang belum layak anak itu, lantaran terhalang beberapa faktor, seperti program, fasilitas, lingkungan, infrastruktur, penanaman nilai-nilai luhur, pendidik, tenaga kependidikan, administrasi, keselamatan, peran masyarakat dan partisipasi anak itu sendiri.

“Ini seolah menjadi satu komponen, jadi ketika salah satu tidak terpenuhi tentu belum bisa dikategorikan layak anak,” ulasnya.

Qomar meminta kepada pihak sekolah agar segera mengevaluasi dan segera melengkapi kebutuhan tersebut. Sebab, penilaian KLA sudah mulai dilakukan. Sebab, itu juga sesuai dengan keinginan Bupati Bangkalan untuk mendapatkan gelar KLA.

“Nanti akan kami sampaikan, melalui koordinator wilayah dan rapat kepala sekolah agar menjadi bahan evaluasi,” tuturnya.

Sedangkan Kasi Perlindungan Anak Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Bangkalan Ismanto menuturkan, berkaitan dengan sekolah layak anak, itu sudah menjadi wewenang dan kebijakan Disdik Bangkalan. “Sekarang itu sudah jadi wewenang Disdik, sebab sudah dikembalikan ke masing-masing organisasi pemerintah daerah (OPD),” tukasnya. (km59/mam)

Sekolah Tidak Layak Anak

-TK 24 sekolah.

-SD 10 sekolah.

-SMP 54 sekolah.

-Terkendala fasilitas dan lingkungan yang belum memadai.

Komentar

News Feed