9 dari 12 Pasien Covid-19 Bangkalan Tinggal Menunggu Dinyatakan Sembuh

  • Whatsapp
(KM/FA'IN NADOFATUL M.) SOSIALISASI: Tenaga medis dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkalan yang menyerukan untuk isolasi mandiri.

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Pasien Covid-19 di Bangkalan masih menduduki jumlah teratas di antaran empat  kabupaten Madura. Jumlahnya yang terinfeksi mencapai 12 orang. Dimana 2 orang di antaranya dinyatakan sembuh.

Selain 12 pasien terinfeksi Covid-19 itu, terdapat 10 orang masih menunggu antrean hasil swab tenggorokan lanjutan, untuk menunggu kepastian dinyatakan sembuh. Namun di antara 10 pasien itu, masih terdapat satu orang yang masih menjalani perawatan yang intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamrabu Bangkalan.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Sudiyo mengungkapkan, terdapat dua pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit di Surabaya. Keduanya, setelah koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kondisinya mulai membaik. Sedangkan untuk pasien nomor 02 Bangkalan, kini tengah menunggu hasil swab-nya untuk bisa pulang.

“Tinggal 10 pasien, yang 2 ada di rumah sakit Surabaya. Sementara yang 8 pasien ini ada di RSUD Bangkalan. Satu masih menjalani masa perawatan, yang 2 itu ODP dan 6 masuk kategori OTG,” jelas pria yang biasa disapa Yoyok ini, Senin (4/5/2020).

Kata Yoyok, kondisi semua pasien, baik yang dirawat di rumah sakit Surabaya dan RSUD Bangkalan, sudah membaik.

Sedangkan mereka yang masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP) dan orang tanpa gelaja (OTG), juga menunjukkan hasil yang membaik dan tidak ada masalah.

“Berdasarkan SOP rumah sakit, 1 minggu harus dilakukan swab ulang. Kemudian selang 3 hari harus diambil swab lagi. Karena untuk dinyatakan sembuh harus ada hasil non-reaktif dari pemeriksaan swab selama 2 kali,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Surveilans dan Imunisasi Dinkes Bangkalan, Siska Damayati menuturkan, berdasarkan hasil pelacakan terhardap orang yang kontak dengan Pasien 12 Bangkalan, pegawai honorer di Kejaksaan Negeri Bangkalan yang dinyatakan reaktif covid-19, terdapat dua orang. Namun berdasarkan pemeriksaan rapid tes, mereka dinyatakan non-reaktif.

Namun, pihaknya mengaku, akan tetap melakukan swab tenggorokan kepada dua orang tersebut. Dua orang itu, kata Siska, adalah suami dan anak pasien Nomor 12.

“Berdasarkan SOP Pemprov Jatim, akan tetap kami lakukan swab meskipun hasil rapid tes non-reaktif. Dugaan sementara, pasien tertular dari kluster Surabaya,” paparnya.

Di tempat terpisah, Humas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bangkalan Agus Zein menuturkan, hasil Swab atau PCR terhadap beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan, dinyatakan non-reaktif.

Sebanyak 19 orang yang menjalani pemeriksaan swab atau PCR, hasilnya sudah diterima Dinkes Bangkalan pada Senin 4 Mei 2020.

“Ke-19 orang tersebut terdiri dari 2 orang anggota DPRD, 11 orang pegawai Sekretriat DPRD, dan 6 orang pegawai Pengadilan Negeri Bangkalan,” tutupnya.

Dengan hasil swab/PCR yang semuanya non-reaktif, maka Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bangkalan menyatakan mereka steril atau bersih dari Covid-19.

Sedangkan sebaran Covid-19 per tanggal 4 Mei 2020, sudah tidak ada penambahan yang terinfeksi. Setidaknya ada 752 orang masuk dalam kategori ODP. Yang menyelesaikan tahapan observasi atau karantina selama 14 hari sudah sebanyak 339 jiwa.

Sementara dari 17.948 orang masuk kategori orang dalam resiko (ODR) dan sudah menjalani observasi selama 14 hari sebanyak 11.222 jiwa.

Untuk pasien dalam pengawasan (PDP), sebanyak 7 orang dengan 2 orang meninggal dunia. Di mana hasil swab PDP asal Klampis dinyatakan non-reaktif dan 1 PDP tambahan asal Bangkalan yang meninggal masih menunggu hasil swabnya.

Sementara Rumah Sakit Umum (RSU) Mohammad Noer (RSMN) Pamekasan juga melakukan hal serupa, yakni akan memulangkan pasien terinfeksi Covid-19 setelah mendapatkan hasil swab/PCR menyatakan bersih dari Covid-19. Sehingga tidak cukup dilihat dari kondisi fisik yang telah membaik dan tanpa keluhan saja.

Sebagaimana disampaikan oleh Ketua Satgas Penanganan Covid-19 RSMN dr. Mokh. Mukhlis, kondissi RSMN masih terbatas, hanya memiliki enam ruang rawat isolasi tanpa ventilator, bahkan dua ruang di antaranya belum siap pakai.

Namun Mukhlis mengatakan, tidak akan memulangkan pasien terinfeksi Covid-19 sebelum hasil swab pasien tersebut telah keluar dan menyatakan kondisinya telah membaik dan bersih dari Covid-19.

“Pasien pulang itu ada kriterianya, sembuh itu dibuktikan dengan hasil swab negatif dua kali berturut-turut, berarti sembuh, dan klinisnya membaik,” ungkapnya.

Hal itu, menurut Mukhlis, telah sesuai dengan pedoman kesehatan dari Kemenkes RI. Namun dia menyadari, bahwa langkah tersebut sebagai antisipasi dan bentuk kehati-kehatian RSMN kepada penyakit yang diderita oleh pasien.

Sebab menurutnya, pihaknya tidak hanya memperhatikan Covid-19 saja, melainkan penyakit lain yang kemungkinan menimpa pasien.

“Kami kan tidak hanya berpikir Covid-nya saja, seperti ada penyakit lainnya, seperti anemia kan harus kasih darah dulu, meskipun sudah negatif tapi masih ada penyakit lain yang belum baik, kalau tidak memenuhi dua kriteria itu ya belum bisa kita pulangkan,” pungkasnya. (ali/ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *