9 Unit RTLH di Sumenep Tidak Dikerjakan

(FOTO: KM/MOH RAZIN) DIKERJAKAN: Pengerjaan pembangunan RTLH tahun ini masih belum selesai semua, bahkan ada yang masih nol persen.

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Progres pekerjaan pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) di Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (PU PRKP dan Cipta Karya) tidak merata. Bahkan mirisnya dari sekian penerima masih ada yang belum dikerjakan alias nol persen.

Berdasarkan informasi yang dirangkum Kabar Madura, pembangunan RTLH sebelumnya dianggarkan senilai Rp.3.860.000.000 untuk 225 unit rumah. Namun pada pada perubahan anggaran kegiatan (PAK) anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2021 turun menjadi Rp3.832.900.000 untuk 222 unit.

Kepala Bidang (Kabid) Perumahan PU PRKP dan Cipta Karya Sumenep Benny Irawan mengatakan, saat ini proses pembangunan yang telah mencapai 100 persen baru berjumlah 53 unit,  sementara dari capaian 30-77 persen berjumlah 20 unit dan nol persen berjumlah 9 unit.

“Sedangkan sisanya hasil penyesuaian melalui perubahan APBD Kabupaten Sumenep TA 2021 masih dalam tahap pengajuan penetapan sebagai penerima bantuan perbaikan RTLH oleh yang terhormat Bapak Bupati Sumenep,” kata Beni, Senin (6/12/2021).

Dikatakannya, untuk realisasi keuangan telah terdistribusi Rp1.999.750.000 kepada keluarga penerima manfaat (KPM) atau bantuan. Sementara untuk kendala saat ini adalah persoalan cuaca atau musim hujan.

“Nanti bakal diselesaikan tepat waktu,” imbuhnya.

Menyikapi capaian pengerjaan RTLH yang masih rendah itu, Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep M Ramzi mengatakan, jika detik-detik akhir tahun capaiannya masih rendah, maka tidak menutup kemungkinan ada yang sampai lewat batas tahun.

“Ya bagaimana bisa sudah masuk akhir tahun ada yang masih belum terlaksana sama-sekali, mau dikebut seperti apa nanti,” kata dia.

Apalagi masa-masa saat ini harga bahan rata-rata naik, sementara anggarannya tidak bertambah, tentu itu juga harus dipikirkan strateginya, sehingga RTLH benar-benar layak huni.

Reporter: Moh Razin

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

Tinggalkan Balasan