90 Persen PMI dari Pamekasan Ilegal

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) PEKERJA MIGRAN: Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan (DPMPTSP Naker) Pamekasan menyatakan keberangkatan  Pekerja Migran Indonesia  (PMI) rata-rata ilegal.  

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN  -Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan (DPMPTSP Naker) Pamekasan mencatat jumlah kedatangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) 817 orang. Dari jumlah tersebut, 90 persen ilegal.

Menurut Kepala DPMTSP Naker Pamekasan Supriyanto, dari total 817 yang sudah datang ke Pamekasan hanya sekitar 10 persen yang resmi.

Bacaan Lainnya

“Mayoritas PMI di Pamekasan ilegal, jadi mereka ke luar negeri tidak disertai dengan kontrak kerja, kan persyaratannya jika mau bekerja di luar negeri, kalau ada kontrak kerjanya, maka pembuatan paspornya melalui dinas. Selama ini, yang mengurus itu sangat sedikit,” paparnya, Rabu (26/5/2021).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa untuk jumlah rekom yang dikeluarkannya tidak sebanding dengan jumlah paspor yang dikeluarkan imigrasi. Dengan begitu, bisa diketahui  PMI yang berangkat secara prosedural maupun non prosedural. Karenanya mayoritas PMI berangkat ilegal.

“Yang mengurus paspor banyak di imigrasi, tetapi yang mengurus rekom dari dinas sedikit,” urainya.

Ia juga menjelaskan, untuk prediksi kedatangan PMI ke Bumi Gerbang Salam tersebut masih belum bisa diprediksi akan berakhir kapan. Setiap orang yang datang dari luar negeri dikarantina selama 3 hari di Surabaya. Jika dinyatakan terbebas dari Covid-19, baru bisa pulang ke Pamekasan. Setelah itu, setibanya di Pamekasan, harus dikarantina selama 2 hari sebelum pulang ke rumah masing-masing.

“Kami tidak bisa memprediksi jumlahnya berapa, dan sampai kapan,” tukasnya. (rul/maf)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *