91 Ribu Keluarga Miskin di Bangkalan Tak Tercakup Bansos

(FOTO: KM/FATHURROHMAN) TERBATAS: 91 ribu keluarga yang terdata miskin di DTKS Dinsos Bangkalan belum tercakup program BPNT dan PKH.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN Semua keluarga yang tergolong dalam kategori miskin dan masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan terdaftar sebagai penerima Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Dari total 638.972 keluarga yang terdata di Bangkalan, 219.724 tergolong dalam kategori miskin. Tapi yang tercatat penerima BPNT hanya 75.960 dan PKH 53.212. Sehingga 91 ribu lebih keluarga miskin tidak terdata sebagai penerima bansos.

Kepala Dinsos Bangkalan Wibagio Suharta mengungkapkan, sebenarnya penerima BPNT itu lebih dari 75 ribuan. Sebab, ada beberapa jenis BPNT. Di antaranya reguler 75 ribuan, PPKM 15 ribuan dan ekstrem 43 ribuan penerima. Jadi yang tidak tercakup BPNT reguler itu bisa jadi masuk dalam kategori penerima BPNT lainnya.

Bacaan Lainnya

“75 ribu itu yang reguler. Jadi yang tidak tercakup kemungkinan masuk sebagai penerima BPNT PPKM dan ekstrem itu. Terakhir penerima kita itu mencapai 146 ribu keluarga dari semua BPNT ini,” ungkapnya, Kamis (24/2/2022).

Saat ini pengentasan kemiskinan menjadi fokus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan. Disebutkan, ada 25 desa di 5 kecamatan yang masuk dalam kategori miskin ekstrem. Sehingga bansos yang ada diarahkan pada 25 desa miskin tersebut.

“Kita memang sedang fokus mengatasi kemiskinan yang tergolong ekstrem itu, jadi bansos yang ada kita arahkan ke sana. Untuk bansos ini sementara anggaran yang ada 500 jutaan. Sedangkan yang DTKS itu di-upload oleh operator desa masing-masing,” imbuh Bagio, sapaan akrabnya.

Selain itu, kini ada peraturan baru dari pemerintah pusat yang mengubah regulasi dari BPNT menjadi Bantuan Sosial Tunai (BST). Jadi pencairannya yang awalnya berbentuk barang dan diambil di e-Warung, kini berubah melalui rekening pos.

“Sekarang sudah berjalan, di Bangkalan sendiri besok akan di launching. Sampai saat ini di tahap kedua dan ketiga, data yang sudah berganti BST sebanyak 66 ribu. Semoga nanti di tahap ketiga bisa menerima semua. Karena ada gejolak dari bawah, katanya masih banyak yang belum menerima,” pungkasnya.

Reporter: KM63

Redaktur: Sule Sulaiman

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.