93 Tenaga Medis Tidak Digaji Selama Covid-19

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) SUDIYO: Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Adanya aduan perwakilan tenaga medis di Bangkalan yang belum menerima gaji selama 4 bulan, dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Sudiyo. Menurutnya, gaji para tenaga medis ini sudah ada di meja Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indah Parawansa.

Kata lelaki yang kerap disapa Yoyok ini, pengajuan pencairan gaji bagi 93 tenaga medis di Bangkalan yang sudah ada di meja gubernur selama 1 bulan. Dia dijanjikan akan ditandatangani pencairannya pada pekan ini. Padahal, para tenaga medis ini juga membantu penanganan Covid-19 di Bangkalan.

Bacaan Lainnya

“Totalnya ada 93 tenaga medis, di antaranya 7 dokter yang belum menerima pencairan gaji. Saya harap bersabar,” ujarnya, Senin (4/5/2020).

Menurut mantan kepala Puskesmas Blega ini, para tenaga medis ini memiliki dua gaji. Yakni gaji dari Pemerintah Provinsi Jatim dan gaji dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan. Dari provinsi, gaji yang diterima para tenaga media ini sebesar Rp1.400.000. Sedangkan dari Pemkab Bangkalan sebesar Rp450 ribu.

“Totalnya tiap tenaga medis mendapatkan Rp1.850.000 juta. Yang belum cair mulai awal tahun baru kemarin. Kalau yang dokter gajinya tidak sama,” terangnya.

Dia berjanji, hak para tenaga medis ini tidak akan hilang selama satu tahun penuh. Katanya, Kabupaten Bangkalan tidaklah sendiri dalam pencairan gaji yang terlambat ini. Menurutnya, masih ada 12 kabupaten di Jawa Timur yang juga mengalami hal sama. Sehingga gaji tenaga medis harus dirapel.

“Bangkalan masuk gelombang 2 pencairan, harap bersabar. Pekan ini kemungkinan sudah ditandatangani gubernur,” paparnya.

Sebelumnya, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur (Jatim) Nasih Aschal mengatakan, pihaknya telah menerima pengaduan terhadap nasib perawat kontrak di Kabupaten Bangkalan yang sudah empat bulan lamanya tak menerima gaji. Padahal mereka terdepan dan menanggung resiko tinggi terpapar Covid-19.

Lelaki yang kerap disapa Ra Nasih ini menuturkan, menyayangkan kondisi tenaga medis di Bangkalan saat ini. Bahkan dirinya ikut prihatin dengan para tenaga medis yang belum menerima gaji selama 4 bulan lebih tersebut. Padahal katanya, meraka ada garda terdepan dalam perang melawan Covid-19. Tetapi hak dan kesejahterannya masih terabaikan.

Meski statusnya mereka saat ini termasuk tenaga kontrak. Ia meminta, hak mereka harus diperhatikan.

“Kami berharap Pemprov Jatim merespon dan memberikan hak-hak mereka. Mereka mengeluh sampai sekarang ini sudah tidak menerima gaji. Padahal mereka ini bekerja juga untuk membantu menangani pasien Covid-19 di Bangkalan. Di Bangkalan saja ada 90 orang, tentunya di daerah lainnya juga ada yang mengalami nasib serupa,” jelasnya.

Menurut Ra Nasih, pemberian gaji untuk perawat ini merupakan pembagian sharing antara pemprov dengan Pemkab Bangkalan. Pemkab sebesar 30 persen dan untuk saat ini sudah tidak mau lagi membayarnya. Ra Nasih berharap adanya jalan keluar untuk nasib para perawat kontrak yang ada di Jatim khususnya di Bangkalan.

”Hak mereka jangan sampai tak terbayarkan karena ini menyangkut kelangsungan hidup seseorang,” pungkasnya. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *