oleh

Abaikan Protokol Covid-19, Konser Musik dan Talk Show yang Dihadiri Istri Bupati Bangkalan Dibubarkan

Kabarmadura.id/Bangkalan– Meskipun larangan mengadakan kegiatan yang menyebabkan keramaian atau mengundang lebih dari 20 orang masih belum dicabut, salah satu cafe di kawasan Perumahan Griya Abadi, Bangkalan yang notabenya dijadikan sebagai kawasan perumahan tangguh, nekat membuat acara konser musik dan kegiatan talkshow, Senin (3/8/2020) malam. Kegiatan tersebut kemudian dibubarkan oleh petugas gabungan dari Polres, Kodim  0829 dan Dinas Kesehatan Bangkalan.

Pembubaran acara hari ulang tahun Neka Ruang Cafe tersebut dilakukan karena selain tidak mengantongi izin keramaian, banyak peserta talkshow dan muda-mudi tidak menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Sekitar 1 jam sebelum dibubarkan, petugas gabungan mendatangi lokasi dan memberikan batas waktu hingga pukul 22.00 WIB. Namun, tepat pukul 22.00 WIB, acara yang juga dihadiri istri Bupati Bangkalan Ny Zainab Zuraidah Latif itu belum juga selesai dan terpaksa dibubarkan oleh petugas gabungan.

“Kami bubarkan acara tersebut sebagai upaya  pencegahan penyebaran Covid-19, karena ada kerumunan massa dalam kegiatan musik yang jumlahnya cukup banyak,” ungkap personel Polres Bangkalan Iptu Erwan.

Lebih lanjut, dia menerangkan, meski Bangkalan sudah masuk zona oranye bukan merah lagi, sampai saat ini belum ada pencabutan izin keramaian. Sehingga, mau tidak mau acara itu harus dihentikan dan dibubarkan.

“Acara tersebut juga belum mengantongi izin keramaian dari kami,” tegasnya.

Sementara itu, owner cafe tersebut Faisal Akbar Dana Paramita mengatakan, acara tersebut terpaksa dilakukan karena selama 4 bulan tidak ada pemasukan sama sekali sehingga terancam gulung tikar. Undangan yang disebar berjumlah 50 untuk 2 orang.

“Kami tidak ada pemasukan selama 4 bulan ini. Kalau diundang begini kan banyak warga yang beli kopi dan kami ada pemasukan,” paparnya.

“Kami juga terus beradaptasi, gak bisa saat covid gak ada acara. Pemasukan dari mana, saya dan teman-teman UMKM lainnya merasakan hal yang sama,” imbuhnya.

Mengenai izin kegiatan itu sendiri, Faisal menuturkan, telah meminta izin ke RT dan RW setempat dan warga di sekitar kawasan perumahan. Faisal menjelaskan, even itu digelar sebagai wadah sharing bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Makanya kami undang (Isteri Bupati, red) sebagai undangan. Karena mereka (para pelaku UMKM, red) adalah anak-anak dari Pemerintah Bangkalan, makanya saya undang. Agar ada semangat bagi pelaku UMKM untuk tetap terus tumbuh di tengah wabah covid-19 ini,” jelasnya.

Sebelumnya, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron memperpanjang masa Tanggap Darurat Bencana Wabah Penyakit akibat Covid-19 di Kabupaten Bangkalan hingga 11 Agustus 2020. Dia akan memperbolehkan masyarakat membuat kegiatan yang melibatkan orang banyak selepas tanggal 11 Agustus atau ketika status tanggap darurat wabah Covid-19 dicabut.

“Yang jelas setelah tanggal 12 Agustus nanti kami memperbolehkan. Tapi, harus ada protokol kesehatan secara ketat nantinya jika ingin menyelenggaran kegiatan yang mengundang kerumunan orang banyak. Jangan sampai dampak Covid-19 ini meluas lagi,” pungkasnya. (ina/pai)

Komentar

News Feed