Abaikan Vaksin, Tidak Bisa Belanja, Syarat Masuk Pasar Srimangunan Sampang

  • Whatsapp
(FOTO: KM/SUBHAN) MAKIN TERHIMPIT: Pasca diterbitkan aturan wajib vaksiN bagi pedagang dan pengunjung Pasar Srimangunan Sampang, kondisinya mendadak sepi.

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang menerbitkan aturan wajib menunjukkan bukti sudah divaksin, jika hendak memasuki kawasan Pasar Srimangunan. Imbasnya, kondisi pasar tradisional terbesar di daerah mendadak sepi aktivitas. Terhitung sejak tanggal 30 Juli 2021 hingga saat ini. Hal tersebut diungkapkan Koordinator Pasar Srimangunan Sampang Misnaki Suroso, Minggu (1/8/2021).

Menurutnya, sudah melakukan sosialisasi terhadap pedagang dan pengunjung mengenai aturan tersebut. Tujuannya, demi mencegah penularan wabah Covid-19 di area pasar tradisional. Namun, pedagang yang beroperasi sedikit. Yakni, hanya sekitar 50 persen dari hari-hari biasanya. Sebab, untuk memasuki pasar wajib menunjukkan bukti sudah divaksin. Jika masyarakat tidak bisa menunjukkan kartu vaksin, maka tidak diperkenankan masuk pasar.

Bacaan Lainnya

“Prinsipnya, kami hanya menjalankan perintah atasan, memang dampaknya pasar menjadi sepi sejak Jumat kemarin dan otomatis mempengaruhi terhadap pendapatan mereka,” ujarnya.

Pihaknya menuturkan, selama pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) secara umum pendapatan para pedagang di Pasar Srimangunan mengalami penurunan, lantaran banyak pemilik kios tutup dan parkir sepi. Akibatnya, pemasukan terhadap pendapatan juga terjadi penurunan.

Diharapkan, agar masyarakat tidak takut untuk divaksin demi mencegah penyebaran wabah Covid-19. Bahkan, mengingatkan pedagang dan pengunjung pasar untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) secara ketat. “Pasar ini, tempat semua lapisan masyarakat berkumpul. Jadi, salah upaya untuk mencegah klaster baru, dilaksanakan vaksinasi dan pemantauan prokes secara ketat,” tuturnya.

Sementara itu, salah seorang warga Sampang yang biasa belanja di Pasar Srimangunan Marhamah (35) mengaku, kaget setelah mendengar kabar tersebut. Bahkan, merasa khawatir yang mau belanja ke pasar. Sebab, belum melakukan vaksinasi lantaran memiliki riwayat penyakit darah tinggi.

“Pemerintah tidak harus memaksa warga secara berlebihan untuk melakukan vaksin ini, kami ke pasar tetap patuhi prokes, tapi sekarang takut yang mau ke pasar lagi, karena ada info harus divaksin,” keluhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Sampang Suhartini Kaptiati belum bisa dimintai keterangan terkait aturan wajib vaksin bagi pedagang dan pengunjung pasar tradisional. Berkali-kali dihubungi melalui jaringan selulernya, belum ada respon. (sub/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *