Abaikan Vaksinasi, Gagal Ambil BST

(FOTO: KM/DOKUMEN.) CAIR: Bantuan Sosial dampak PPKM Darurat diperpanjang

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Pengambilan bantuan sosial tunai (BST) di PT Pos Indonesia periode Mei dan Juni dilekati syarat khusus. Yaitu, harus menunjukkan bukti sudah menjalani vaksinasi Covid-19.

Hal itu membuat banyak keluarga penerima manfaat kecewa.

Pantauan Kabar Madura di salah satu Kantor Pos di Sumenep, keluarga penerima manfaat (KPM) harus pulang dengan tangan kosong. Sebab, mereka tidak membawa bukti atau keterangan sudah divaksin. Mereka lebih memilih tidak dapat bantuan dari pada harus divaksin.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep Moh Iksan selaku penanggung jawab realisasi BST menyampaikan, berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 14 Tahun 2021, semua KPM BST dari Kementerian Sosial (Kemensos) wajib divaksin, terkecuali memang mempunyai pantangan dengan dibenarkan keterangan dari tenaga medis.

 

“KPM harus membawa keterangan sudah divaksin. Kalau belum divaksin, kami sudah siapkan vaksin di tempat. Di masing-masing kantor Pos kami siap,” katanya, Senin (26/7/2021).

Syarat lain, menurut Iksan, KPM harus membwa kartu tanda penduduk (KTP) atau kartu keluarga (KK) asli. Sehingga, jika yang bersangkutan sakit atau berada di perantauan, harus diambil oleh yang se-KK.

Di kabupaten paling timur Pulau Madura ini, terdapat 4.828 KPM BST. Artinya, sebanyak itu jumlah yang harus mengikuti vaksinasi dalam proses pencairannya.

“Kalau misalnya uzur karena sakit, maka kami sudah koordinasi dengan pihak PT Pos agar diantarkan,” imbuhnya.

Dirinya berharap, masyarakat yang sudah menerima BST Rp300 per bulan harus digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan atau sembako, tidak diperkenankan membeli rokok, minuman keras, dan narkotika. Penyaluran dana BST 2021 diberikan tanpa ada potongan apa pun dan oleh pihak mana pun. (ara/nam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.