Abaikan WP Lantaran RM Khawatir Merugi, PHRI dan Bapenda Bangkalan Sebut Alasan Tidak Logis

(KM/FATHURROHMAN) Ismed Efendi-Kepala Bapenda Bangkalan

KABARMADURA.ID | BANGKALAN -Belum optimalnya pembayaran pajak restoran atau rumah makan (RM) akhirnya terkuak. Salah satu faktornya, akibat adanya persaingan harga antar RM. Sehingga mengakibatkan sejumlah RM mengabaikan wajib pajak (WP). Hal ini merupakan hasil pembinaan yang difasilitasi Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Inspektorat Bangkalan.

“Terutama RM bebek. Dari pernyataan RM Sinjay, khawatir rugi jika pajak dari pembeli diambil 10 persen. Sedangkan mereka takut kalah saing dengan RM lainnya kalau menaikkan harga,” ujar Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bangkalan, Ismed Efendi, Kamis (10/3/2022).

Dia menuturkan, alasan tersebut sangat tidak masuk akal. Sebab ketentuan WP sudah sesuai dengan peraturan daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pajak Daerah. Yakni, pajak 10 persen dari satuan porsi penjualan di semua RM. Sehingga ketentuan 10 persen sesuai regulasi harus tetap dipatuhi oleh semua RM di Kota Salak.

Bacaan Lainnya

“Sangat tidak rasional jika alasannya takut rugi dan takut kalah saing dengan yang lainnya, pajak itu kan sudah diatur di perda dan semua RM harus menerapkan peraturan yang sama, tidak ada perbedaan. Alasannya tidak sampai 10 persen dari harga, padahal ada aturannya,” tuturnya.

Saat ini pihaknya bersama Inspektorat masih menghitung pajak yang menjadi tanggungan WP setiap RM. Sehingga sisa pajak yang harus dipenuhi bisa segera diketahui. Dengan demikian, diharapkan seluruh RM tidak lagi bermain-main dengan mematikan tapping box. Sebab dari alat itu, akan terlihat pada pelayanan pajak jika tidak difungsikan.

“Proses teguran dan pembinaan sudah kami lakukan, jika WP terus ngeyel kami tidak akan segan-segan untuk memberikan sanksi lebih tegas lagi,” paparnya.

Sementara itu,  Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bangkalan, Syukur menilai, alasan takut merugi bukan menjadi dasar dalam pembayaran pajak. Sebab harga yang dipasang pemilik restoran sudah termasuk pajak. Sehingga tidak akan rugi, jika hanya untuk pembayaran pajak. Apalagi,  pajak yang dibayar hanya titipan dari pembeli.

“Lucu jika sekelas restoran besar yang basis pengunjungnya ratusan dalam perhari beralasan takut rugi, rugi dari mana, itu uang pembeli. Hitung saja, harga satuan bebek berapa, bumbu berapa, itupun satu bebek tidak hanya jadi satu potong. Tidak akan rugilah kalau hanya bayar pajak,” responnya.

Hasil Pembinaan Kejari dan Inspektorat Terhadap RM Sinjay

  • RM tidak taat WP akibat khawatir rugi
  • Untuk menaikkan harga khawatir kalah saing dengan RM lainnya

Ketentuan WP

  • Perda Nomor 8 Tahun 2010
    • RM akan dikenakan pajak 10 persen dari satu porsi harga penjualan makanan
    • Berlaku untuk semua RM

Reporter: KM63

Redaktur: Totok Iswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.