Achmad Yunus, Pendatang Baru di Kancah Perpolitikan Sumenep yang Mulai Diperhitungkan

  • Whatsapp
ACHMAD YUNUS: direktur eksekutif Sinergi BUMN Institute sekaligus putra Sumenep yang ingin ikut terlibat dalam kontestasi politik Sumenep 2020.

Kabarmadura.id-Sejumlah nama sudah tersiar bakal maju jadi calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabub) Sumenep. Mereka mulai meramaikan bursa pencalonan untuk Pilkada Sumenep 2020. Baik politisi lama maupun pendatang baru, mulai bersiap masuk gelanggang, salah satunya adalah Achmad Yunus.

MOH RAZIN, SUMENEP

Pria yang dilahirkan 7 April 1984 ini, terbilang orang baru dalam kancah politik di Sumenep. Namun, elektabilitasnya mulai diperhitungkan. Bahkan, dengan tidak ragu sudah mengklaim, punya pandangan dan solusi matang terhadap perkembangan untuk kota kelahirannya, Sumenep.

“Saya bukan orang politik, tapi dari kalangan profesional, tapi saya tumbuh dan besar di keluarga yang memang terbilang sukses di dunia perpolitikan, ayah saya menjadi anggota DPR sampai lima periode, mulai dari orde baru sampai era reformasi, termasuk juga kakak saya. Ya bagi saya politik itu semacam rumah yang menjadi tempat saya,” katanya, Kamis (22/1/2020).

Alasan mendasarnya ingin terlibat dalam bursa pilkada sebagai cabup, adalah atas dukungan dari berbagai elemen masyarakat, sehingga komitmen itu menjadi motivasi bagi pria yang saat ini menjadi direktur eksekutif Sinergi BUMN Institute ini.

Sinergi BUMN Institute adalah lembaga kajian yang dimiliki oleh Federasi Serikat Pekerja Sinergi BUMN yang merupakan afiliasi dari 37 serikat pekerja di lingkungan BUMN.

Juga yang menjadi penyulut semangat, adalah komitmen dari sejumlah pemuda, Misalnya dirinya sudah mengkaver sejumlah komunitas pemuda, mahasiswa, dan yang lainnya.

“Kami bersama berkomitmen, reng sareng mecce’ Sumenep. Karena kalau saya sendiri tidak cukup kualitas, sehingga keterlibatan langsung dari beberapa kalangan menjadi nilai yang urgen,” imbuhnya.

Selain itu, konsep birokrasi yang sampai saat ini diterapkan. menurutnya masih saja terkesan lamban. Hal itu menjadi alasannya untuk berkiprah membenahi, sehingga pelayanan masyarakat menjadi lebih maksimal dan efektif. Termasuk urusan administrasi dan sebagainya.

Tidak hanya itu, pria yang kaya dengan beragam pengalaman di dunia BUMN itu, juga akan menularkan dengan menelaah beberapa potensi-potensi yang bisa dikembangkan, dan secara berjamaah dapat berkontribusi terhadap daerah. Salah satunya di sektor pariwisata yang retribusinya tidak terlalu dirasakan oleh masyarakat Sumenep.

Potensi yang juga akan dikembangkan adalah dengan mengkaver kaum milenial agar tidak lagi menjunjung perinsip lama, yaitu konsep hidupnya masih bersandar pada gaji yang bersumber dari anggaran negara dan daerah. Dengan adanya konsep motor usaha milenial itu, nanti kemandirian masyarakat dapat berkembang dengan sendirinya.

Menurutnya, Rp2,5 triliun APBD Sumenep setiap tahun, tidak lagi dihabiskan untuk kegiatan birokrasi yang kontribusinya dinilai belum nampak itu. Besarnya nilai APBD itu, juga membuat Sumenep menyandang kabupaten terkaya. Sementara, terdapat penerbangan yang berkapasitas 70 orang hanya mengangkut 11 orang setiap harinya,

“nah itu sebenarnya bisa dikembangkan. Dengan mengembangkan usaha itu, nanti akan menjadi klaster-klaster yang menaungi usaha masyarakat. Dan berkat kerja di BUMN itu insyaallah siap ditularkan konsep-konsepnya.,” pungkasnya. (waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *