oleh

Achsanul Qosasi Ingin Kemenpora Lebih Berdayakan KONI

Kabarmadura.id-Lawatan Achsanul Qosasi sebagai anggota BPK RI ke Manila, dalam rangka melihat langsung keikutsertaan Indonesia di ajang Sea Games Filipina sudah dipersiapkan sejak lama. Tepatnya pada 20 November lalu.

Kala itu, tokohh Madura yang akrab disapa AQ ini, sudah menjadwalkan berangkat ke Manila, harus menjalani vaksin polio, sebagai antisipasi terhadap wabah polio di Manila.

“Kami punya harapan semoga Timnas Sepak bola Indonesia masuk final. Dan bersyukur jika bisa mendapatkan emas sebagai tambahan motivasi dalam menyambut Piala Dunia U20,” ucap AQ.

AQjuga menyaksikan dan sengaja memberikan dukungan langsung saat Timnas Sepak Bola Indonesia bertanding melawan Brunei Darussalam.

Selama di Manila, bukan hanya cabang olahraga sepak bola yang menjadi perhatiannya, pria yang juga presiden Madura United FC tersebut, memberikan dukungan langsung terhadap perjuangan Timnas Indoensia di cabor bulu tangkis.

Pada kesempatan tersebut, AQ juga mendapatkan kehormatan untuk mengalungkan medali untuk kontingen Indonesia yang meraih medali perak di kelas beregu putri dan medali emas di kelas beregu putra.

Dari pengawasan keikutsertaan Timnas Indonesia di Sea Games Manila tersebut, AQ  memberikan beberapa rekomendasi terhadap Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI).  Diantaranya, adalah harapan agar menpora yang baru menjabat, fokus pada pembenahan internal organisasi, dimana beberapa posisi strategis di Kemenpora masih dijabat oleh Plt.

“Plt belum bisa mengambil keputusan secara penuh. Kemenpora harus segera menyelesaikan posisi tersebut,” jelas AQ.

Lebih dari itu, imbuh AQ, perlu ada pembenahan sarana dan prasana olahraga  yang ada di bawah kordinasi Kemenpora. Karena beberapa sarana dan prasana olahraga di Kemenpora tidak terkelola dengan baik.

“Butuh ketegasan sejak awal dalam hal rantai kordinasi dengan KONI, KOI dan seluruh Pengurus besar (PB) cabor dalam hal hibah, wasping dan pembiayaan event. Termasuk juga bantuan kepemudaan dan bantuan ke daerah yang butuh perhatian,” jelas AQ.

Sementara terhadap KONI, Kemenpora diminta memberdayakannya secara maksimal. Alasannya,  di KONI, prestasi olahraga diharapkan oleh rakyat.

“Saat ini cabor sudah diperiksa BPK, dan BPKP juga terlibat membantu memperbaiki. Momen ini harus dimanfaatkan utk perbaikan mendasar dalam tatakelola keuangan olahraga nasional. Ini wajib,” pungkas AQ. (bri/waw)

Komentar

News Feed