Achsanul Qosasi Lecut Motivasi Mahasiswa UNIBA Madura

  • Whatsapp
SERU: Keseruan mahasiswa Uniba saat foto bersama AQ setelah kegiatan stadium general.

Kabarmadura.id/SUMENEP-Universitas KH Bahaudin Mudhary (Uniba) Madura menyelenggarakan stadium general, Sabtu (28/9/2019), di halaman Kampus Tera’ Tak Adhemar. Kegiatan tersebut dihadiri dan diisi langsung oleh pendiri Uniba Madura sekaligus ketua Yayasan Kudsiyah Bahaudin Mudhary, Dr Achsanul Qosasi.

Stadium general dihadiri oleh seluruh mahasiswa Uniba Madura, dosen, staf, petinggi Yayasan Kudsiyah Bahaudin Mudhary beserta exco POJUR. Kendati kegiatan kampus, namun stadium general kali ini digelar secara lesehan.

AQ, sapaan akrab Achsanul Qosasi, melecut semangat mahasiswa Uniba Madura untuk tidak menjadi penonton terhadap perubahan yang terjadi. Namun juga harus bisa menjadi bagian dan mengisi berbagai lini di segala keadaan.

“Ada banyak kesempatan dan peluang, namun apakah anda siap untuk bersaing. Melalui kampus ini, kita persiapkan segalanya untuk menjadi bagian di setiap kesempatan,” tuturnya.

Pria yang baru saja terpilih sebagai pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI tersebut, menegasan supaya bangga menjadi orang Madura. Karena orang Madura sangat luar biasa, dan sudah saatnya menunjukkan bahwa Madura bisa.

“Jangan malu jadi orang Madura. Kita harus siap bertarung kapan saja. Makanya, kemudian dibuat jargon Madura bersata, dari Madura untuk Indonesia,” katanya.

Melalui Uniba Madura, presiden klub Madura United FC itu mengajak mahasiswa untuk memulai untuk mengembangkan Madura melalui SDM yang mumpuni. Uniba akan menjadi tempat yang baik bagi generasi penerus guna bersama-sama mengembangkan dan membangun Madura.

“Harus siap mengembangkan Madura dan harus ada yang mulai. Kalau tidak ada yamg memulai, Saya yang akan memulai bersama kalian,” ungkapnya di hadapan mahasiswa Uniba Madura.

Di dalam bumi Madura, ada potensi luar biasa, yakni minyak bumi dan gas (migas). Perusahaan migas sudah hadir di Madura melakukan eksploitasi migas, namun tidak ada dari anak Madura yang ada di dalamnya.

“Adakah orang Madura yang ada di posisi strategis di perusahaan, tidak ada. Karena memang kita kalah bersaing dengan orang luar, seandainya bisa bersaing, tentunya berada di lingkaran itu. Kita jangan marah karena tidak ada di sana, tapi harus marah pada diri sendiri yang belum siap. Makanya, kita harus memulai,” paparnya.

AQ memastikan kepada mahasiswa, tidak akan menyesal memilih Uniba Madura. Berbagai fasilitas yang sudah lengkap, dan pembelajaran yang berbeda dengan kampus lain, menjadi keunggulan.

“Kalian tidak akan menyesal di Uniba. Kami persiapkan pembelajaran yang berbeda. Di tahun 2018, masih STIEBA Madura, tiga menteri hadir. Kemudian belum genap delapan bulan, kemudian Uniba berdiri di Madura. Itu bukan pekerjaan mudah, makanya harus bangga menjadi bagian dari Uniba,” terangnya.

Tahun lalu, angkatan pertama mahasiswa masih bernama STIEBA Madura. Di angkatan kedua, sebanyak 300 mahasiswa sudah menjadi Uniba Madura dengan lima prodi, antara lain Manajemen, Akuntansi, Sistem Informasi atau Desan Komunikasi Visual (Dekovi), Teknik Industri Maritim, dan Ilmu Informarika.

Tahun ini, Uniba Madura akan membuka UKM robot. Kemudian nantinya diwajibkan bagi kepada mahasiswa untuk ikut lomba robot nasional. Selai itu, juga akan membuka UKM seni dan olahraga. (ong/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *