Achsanul Qosasi: Madura adalah Potensi Kesejahteraan Indonesia

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) HARUS BANGGA: Anggota III BPK RI Achsanul Qosasi mengungkap pentingnya Madura untuk Indonesia pada kegiatan Orasi Kebangsaan UNIBA Madura, Rabu (25/8/2021).

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Kegiatan rutin tahunan Universitas Bahaudin Mudhary Madura (UNIBA) Madura, yakni orasi kebangsaan bertema dari Madura untuk Indonesia, kembali digelar pada Rabu (25/8/2021) di aula lantai 2 UNIBA Madura.

Acara tersebut dilakukan secara virtual dengan narasumber Anggota III Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Achsanul Qosasi, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wijaya VII Jawa Timur  Suprapto, Dosen Departemen Manajemen UNIBA Madura dan Chief Operating Officer at Madura United Annisa Zhafarina Qosasi dan presiden mahasiswa (presma) UNIBA.

Bacaan Lainnya

Dalam pemaparannya, Achsanul Qosasi memulai dengan memberikan semangat kepada kurang lebih 400 mahasiswa baru UNIBA. Presiden Madura United itu memberikan bocoran kepada mahasiswa untuk mendapatkan stabilitas kehidupan di masa yang akan datang.

“Semestinya kita yang senang dan bangga akan kekayaan alam dan kehebatan budaya. Minyak dan gas kita berikan untuk Indonesia, garam dan tembakau kita siapkan untuk Indonesia,” kata pria yang familiar disapa AQ itu.

Menurutnya, kalimat itulah yang mendasari dan menjadi salah satu alasan lahirnya UNIBA Madura. Karena menyimpan tujuan untuk menyiapkan generasi yang siap mengelola kekayaan Madura demi keberlangsungan kehidupan Madura dan Indonesia.

AQ mengatakan, pemuda hari ini, terutama mahasiswa Madura harus tangguh fisik dan hati, serta terus menanamkan nilai-nilai kebaikan, karena Madura milik bersama, sehingga  kekayaannya harus diolah oleh masyarakat luar Pulau Garam ini.

“Kita bukanlah pecundang, kita mestinya yang menikmati. UNIBA hadir sudah membaca dan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni,” imbuh pria asli Sumenep itu.

Kehadiran UNIBA Madura, imbuh AQ, juga menjawab tantangan untuk menyiapkan SDM handal di Madura. Terlebih, jumlah sarjana asal Madura masih  8 persen dari total penduduknya. Sementara amanat undang-undang dinyatakan bahwa pendidikan untuk semua masyarakat.

“Namun bukan hanya sarjana, tetapi kualitas SDM itu yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan, tidak hanya lulus sebagai sarjana tetapi tidak mempunyai keahlian tertentu untuk memberikan yang terbaik untuk bumi pertiwi,” paparnya.

Sesuai tagline dan makna filosofi Tera’ Ta’ Adamar milik UNIBA, itu semata ingin membuka tabir bahwa setiap orang pasti dibekali kemampuan lebih dan itu yang harus digali dan ditemukan di UNIBA.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wijaya VII Jawa Timur Suprapto juga menyampaikan, gagasan dan sistem pendidikan di UNIBA memang didesain untuk menyiapkan SDM yang menjadi kebutuhan di lintas masa.

“Uniba bakal menjadi pelopor pemikiran kemajuan, akhirnya mempunyai dampak ekonomi yang luar biasa,” ungkap pria yang juga asli Madura itu. (ara/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *