Achsanul Qosasi Nilai Petani Hebat, tapi Berat

  • Whatsapp
(KM/IST) DISKUSI: Anggota Badan Pengawas Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI) Achsanul Qosasi berbincang dengan petani di atas gabah.

Kabarmadura.id-Petani menempatkan diri di balik layar dari kebutuhan pangan dunia. Tak ayal, Anggota Pengawas Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI) Achsanul Qosasi merenungi kembali jasa dari petani.

Ditambah lagi, dia berasal dari Pulau Madura yang masyarakatnya banyak menggantungkan hidup terhadap sektor pertanian.

Bacaan Lainnya

Dalam pengamatan tokoh nasional asal Kecamatan Lenteng, Sumenep itu menyebutkan, seorang petani hebat mampu hadir memastikan persediaan pangan. Akan tetapi, dia melanjutkan, profesi tersebut tidak mudah.

Hal itu tidak terlepas dari petani yang harus bekerja kasar di sawah, dan terkadang belum mengantongi modal yang cukup untuk bertani. Alhasil, pasar masih belum pasti dari hasil bertani.

“Petani itu hebat, tapi berat,” kata pria yang familiar disapa AQ ini untuk mengangkat derajat petani.

Di samping itu, pertanian memantik ingatan Pimpinan BPK RI ini terhadap hasratnya yang ingin menjadi pengusaha pertanian. Dia harus rela setia permak ke Koperasi Unit Desa (KUD) Tani Makmur di Karawang. Diketahui, KUD itu telah berdiri sejak tahun 1973 berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati.

Seiring berjalannya waktu, AQ kian menemui angin segar seiring dengan adanya program pemerintah terkait ketahanan pangan dengan penjaminan hasil panen melalui perjanjian avalis.

“Pada 2004-2008 mencoba menjadi pengusaha pertanian. Setiap Minggu ke Karawang untuk pergi ke KUD Tani Makmur. Idealisme itu muncul setelah pemerintah membuat program ketahanan pangan dengan penjaminan hasil panen via persh avalist (perjanjian avalis),” akhiri pria yang juga menjabat sebagai Presiden Madura United itu. (idy/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *