Achsanul Qosasi Persembahkan Bintang Jasa untuk Abah

  • Whatsapp
Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Dr. Achsanul Qosasi menerima Bintang Jasa Utama dari Presiden RI Joko Widodo, Kamis, 15/8/2019.

Kabarmadura.id-Putra Madura yang saat ini menjabat sebagai pimpin Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Dr. Achsanul Qosasi,  menjadi salah satu tokoh yang menerima penghargaan Bintang Jasa Utama yang ditetapkan oleh Presiden RI Joko Widodo pada 15 Agustus kemarin.

Bintang Jasa ini adalah bintang medali sipil yang dikeluarkan Pemerintah Republik Indonesia, dengan derajat setingkat di bawah Bintang Mahaputra. Diberikan kepada mereka yang berjasa luar biasa terhadap nusa dan bangsa pada bidang atau peristiwa atau hal tertentu di luar bidang militer.

AQ (sapaan akrabnya Achsanul Qosasi), mendapatkan Bintang Jasa Utama melalui Kepres Nomor 73/TK/Tahun 2019 tentang penganugerahan tanda kehormatan bintang jasa.  AQ menerima penghargaan itu bersama-sama dengan 14  tokoh nasional lainnya.

Bagi AQ, anugerah bintang jasa  yang baru saja diterimanya tidak lepas dari peran orangtuanya yang  selalu menjadi   panutan dalam perjalanan hidupnya.

“Secara khusus, ini adalah persembahan kepada orang tua saya, karena merekalah yang menjadi panutan saya untuk menjalani semua tanggung jawab dengan sebaik mungkin.  Hari ini saya  ajak anak, istri, mertua dan kakak saya untuk menemani saya, karena ini  akan menjadi pegangan bagi saya dalam mengabdikan kemampuan saya untuk Negara,” ujarnya.

Alasan mengajak keluarga terdekatnya, diakui AQ, karena merekalah yang selalu memberikan ikut berperan sehingga  layak mendapatkan bintang jasa.

Saat penyematan bintang  jasa yang dilaksanakan di Istana Negara kemarin, Kamis (15/8/2019), AQ mengaku langsung teringat mendiang abahnya, KH Bahaudin Mudlhary.

“Sulit untuk menggambarkan suasana hati saya, saat penyematan ingatan saya langsung tertuju pada Abah saya. Saya persembahkan untuk beliau penghargaan Bintang Jasa Utama ini. Sampai saat ini, saya masih berpegang teguh pada didikan beliau dan kebetulan bintang jasa ini adalah pertama kalinya  dari keluarga besar,” imbuh AQ seakan mengulang ingatan tentang  abahnya yang termasuk  ulama besar di Madura.

Ya, bagi keluarga besar AQ, bintang jasa yang diterimanya adalah yang pertama, namun, dalam sisi pengabdian terhadap bangsa ini, KH Bahauddin Mudlhary, ayah kandung AQ mendapatkan sematan bintang jasa dari masyarakat luas.

Kealiman, ketekunan dalam mendidik murid-muridnya dan peran serta dalam pembangunan Indonesia dengan berbagai peran masih tercatat hingga kini, salah satunya diabadikan dengan Universitas Bahauddin Mudlhary (UNIBA) Madura. (bri)

Tentang Bintang Jasa Utama

Bintang Jasa Utama yang diterima Dr. Achsanul Qosasi, SE. MM Msi dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, menjadi penghargaan yang cukup bermakna. Sebab, untuk dapat menerimanya, atau sebelum digodok oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan, harus memenuhi syarat khusus.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 Tentang Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan, penerima bintang jasa itu adalah mereka yang telah berjasa yang sangat luar biasa di suatu bidang atau peristiwa tertentu yang bermanfaat bagi keselamayan, kesejahteraan dan kebesaran bangsa dan negara.

Syarat berikutnya, adalah pengabdian dan pengorbanannya di bidang sosial, ekonomi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan beberapa bidang lain yang bermanfaat bagi bangsa dan negara; dan/atau darmabakti dan jasanya diakui secara luas di tingkat nasional.

Pemberian gelar itu semakin istimewa, karena dilaksanakan menjelang hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 di Istana Negara, Kamis (15/8/2019). Anggota III Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) itu, menerima gelar Bintang Jasa Utama bersama dengan 15 tokoh lainnya.

Sebelum Presiden Joko Widodo menyerahkan gelar kehormatan tersebut, telah digodok oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Dewan tersebut berisi 7 orang, berasal dari akademisi sebanyak dua orang, berlatar belakang militer dua orang dan tokoh masyarakat yang pernah mendapatkan Tanda Jasa dan/atau Tanda Kehormatan sebanyak tiga orang.

Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu bertindak sebagai ketua sekaligus merangkap anggota dan Prof. Dr. Jimly Assiddiqie, S.H sebagai wakil ketua merangkap anggota.

Selain keduanya, keanggotaannya diisi oleh Prof. Dr. Azyumardi Azra, M.A., M.Phil, Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno, Dr. Ir. Kuntoro Mangkusubroto, Dr. Nur Hasan Wirajuda dan Prof. Dr. Meutia Farida Hatta Swasono.

Bahkan, sebelum diputuskan Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, Bintang Jasa itu sudah mendapat klarifikasi hukum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Intelejen Negara, Kepolisian RI dan Kejaksaan Agung.

Selain Dr. Achsanul Qosasi, SE. MM Msi, anggota BPK lain seperti Isma Yatun, dan Prof. Eddy Mulyadi Soepardi (Alm) juga menerima Bintang Jasa Utama. (waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *