Ada Calo di BLT UMKM, Bukan Pelaku Usaha Bisa Terima Bantuan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/km57) PELAKU UMKM:Terungkap ada calo yang mengumpulkan KTP warga untuk diajukan mendapat BLT UMKM dari Kemenkop UKM.

KABARMADURA.ID, Bangkalan -Banyakpelaku usaha di Bangkalan mendaftar sebagai penerima bantuan langsung tunai (BLT) usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melalui calo.

Bantuan sebesarRp2,4 juta per UMKM itu, merupakan program Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.Sedangkan di tingkat kabupaten, ditangani langsung Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Bangkalan.

Bacaan Lainnya

Hal itu diungkapkan oleh salah satu warga Bangkalan berinisial A (25).Untuk mendapat bantuan BLT UMKM itu, dirinya hanya bermodalkan kartu tanda penduduk (KTP) yang diserahkan kepada salah satu orang yang mengaku jadi pengubung bantuan tersebut. Bahkan dia mengakui bahwa dirinya bukan asli pelaku UMKM.

Mirisnya lagi, calo tersebut bisa mengkordinasi sekitar seribu pelaku UMKM danmenjamin bisa mendapat bantuan (bisa diterima).Tidak hanya pelaku UMKM, warga yang bukan pelaku UMKM, asalkan menyetorkan KTP, bisa diterima juga. Nantinya ketika pencairan uang itu dibagi dua antara menyetor KTP dan calo tersebut.

“Saya bukan pelaku UMKM, hanya warga biasa, tapi saya dimintai fotocopy KTP oleh seseorang agar mendapatkan BLT UMKM, dan sekarang sudah diterima,tapi belum cair.Nanti ketika cair, uangnya dibagi dua, 50 persen untuk saya sisanya untuk orang itu.Orang yang nyetork KTP itu banyak, katanya dia mendapat jatah seribu,” tuturnya. Minggu (25/10/2020).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Bangkalan, Iskandar Ahadiyat menjelaskan bahwa penyeleksian para pelaku UMKM yang diterima atau tidak itu bukan kewenangannya pemerintah daerah (dinas), akan tetapi semuanya itu ada di kementerian. Bahkan dinas koperasi hanya diminta untuk menyetorkan data UMKM.

“Sah-sah saja jika ada orang yang membantu pengusaha untuk mengajukan bantuan UMKM, kan yang penting syarat dan datanya lengkap, dan itu yang menyeleksi kementrian bukan di kami,” dalihnya.

Pihaknya memastikan bahwa tidak ada jatah untuk salah satu kelompok ataupun perorangan, akan tetapi, bila ada orang yang peduli dan membantu mengkordinasi para pelaku UMKM untuk mendapat bantuan, dinas akan memastikan itu akan tetap didata dan disetorkan ke pemerintah pusat.

“Intinya, tidak ada jatah untuk siapapun. Kami berharap bantuan ini betul-betul dinikmati para pelaku UMKM yang terdampak wabah Covid-19 yang tujuannya agar bisa memulihkan perekonomian daerah maupun secara keseluruhan, dan semoga bermanfaat,” tandasnya. (km57/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *