Ada Jalan Horor, Puluhan Ibu Hamil Keguguran saat Melintas

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) GERAM: Warga Desa Rek Kerrek menanam pohon pisang di tengah jalan, karena geram belasan tahun tidak diperbaiki.

KABARMADURA.ID – Kisah Muhammad Abror bisa jadi satu dari sekian banyak cerita tragis akibat rusaknya jalan. Bagaimana tidak, dia harus merelakan calon buah hatinya yang gugur dalam kandungan. Kegeraman tentu sulit ditahan, namun dia tegar. Apalagi, dia sadar pasti minim reaksi dari pihak yag berwenang memperbaiki jalan itu.

ALI WAFA, PAMEKASAN

Lokasi jalan itu di Desa Rek Kerrek, Kecamatan Palengaan. Sudah bertahun-tahun rusak. Meski begitu, belum sekali pun diperbaiki.

Pria dengan sapaan Abonk ini tidak punya pilihan lain. Tidak ada lagi jalan yang bisa diakses. Sementara istrinya berprofesi sebagai guru di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Palengaan. Setiap hari berangkat ke sekolah melintasi jalan itu. Istrinya mengalami keguguran karena seringnya melintas di jalan rusak tersebut.

Jika dihitung, kata aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur itu,  sudah puluhan ibu hamil yang keguguran akibat jalan rusak itu. Mereka semua rata-rata adalah tetangganya sendiri. Saat ini, istrinya kembali hamil, namun untuk menghindari kejadiran serupa, istrinya cuti tidak mengajar selama hamil dan memilih dia di rumah.

“Tetangga saya di sebelah timur dua kali keguguran. Di baratnya lagi ada juga yang keguguran. Pokoknya kalau dihitung sejak dulu, totalnya puluhan,” ungkap Abonk saat menggambarkan parahnya kondisi jalan itu.

Kegeraman akibat jalan rusak yang tidak diperbaiki bertahun-tahun itu akhirnya diluapkan. Sejumlah warga menanam beberapa pohon pisang di tengah jalan. Penanaman pohon pisang itu disaksikan langsung oleh warga Dusun Mor Oloh, Desa Rek Kerrek Dian Sodri.

Kepada Kabar Madura, Dian mengungkapkan bahwa jalan tersebut sudah belasan tahun dalam kondisi rusak tanpa perbaikan. Jalan tersebut meruapakan jalan alternaitf pengubung Kecamatan Proppo dan Kecamatan Palengaan. Kondisi terparah yaitu di Dusun Mor Oloh, Dusun Mangkon dan Dusun Sumber Sari.

“Sejak saya SD, sampai sekarang saya sudah mau lulus sarjana, jalan itu belum diperbaiki,” ucap Dian.

Menurut informasi yang diketahuinya, jalan tersebut merupakan jalan poros kabupaten. Karena menghubungkan dua kecamatan. Panjang jalan rusak diperkirakan 3 kilometer. Tidak hanya kecelakaan. Dian menduga, penyebab sejumlah ibu hamil keguguran lantaran besarnya gonjangan saat menumpang kendaraan yang melintasi jalan itu.

Hingga berita ini ditulis, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pamekasan Cahya Wibawa belum bisa dikonfirmasi. Namun, salah satu kepala bidang (kabid), Ika Yulia Rahkmawati sedikit memberi keterangan. Dia mengaku pada tahun 2020 menjabat sebagai kabid peningkatan jalan dan jembatan PUPR Pamekasan. Dingkapkan bahwa jalan tersebut sudah diajukan untuk dibangun.

“Dulu saat saya kabid sudah kami ajukan. Kami kurang tahu, apakah dihapus atau diteruskan. Karena sudah bukan saya lagi penanggung jawabnya,” ungkap Ika.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *