Ada Jasa Khusus, Banpres Usaha Mikro Dipotong Rp50 Ribu

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) DISUNAT: Penerima BPUM melakukan antrean di depan pintu Kantor BNI 46 Cabang Sampang.

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Ratusan penerima Bantuan Presiden Usaha Mikro (BPUM) antri setiap hari di depan Kantor Bank Nasional Indonesia (BNI) 46 Sampang. Namun ada dugaan, penerima bantuan tidak menerima uang secara utuh.

Sebab uang diterima penerima bantuan berkurang Rp50 ribu. Setelah ditelusuri, pemotongan ditengarai untuk memperlancar proses buka blokir rekening. Hal itu diduga dilakukan dan dikoordinasi oleh oknum pegawai BNI 46 Sampang.

Salah satu penerima bantuan yang menolak namanya disebut mengatakan, pemotongan itu tidak disebutkan dari awal. Namun, proses pembukaan blokir kolektif itu ada yang

Awalnya mereka senang karena ada yang membantu proses itu. Bahkan mengira sebagai bentuk pelayanan dari pihak bank. Sayangnya, uang yang diterima sudah tidak utuh dengan alasan dipotong untuk jasa mempercepat blokir rekening.

“Kami tidak tahu kalau akan dipotong. Baru tahu setelah uang diterima tidak utuh. Saya pikir banyak yang dipotong seperti saya,” ucapnya.

Dikatakan, oknum pegawai bank sempat menjelaskanbahwa pemotongan kepada setiap penerima, bukan untuk satu orang. Kendati demikian, lanjut dia, banyak penerima tidak terima dan kecewa dengan pemotongan tersebut.

“Pegawai bank itu bilang uang Rp50 ribu dibagi pada sejumlah temannya. Sehingga proses buka blokir dilakukan lebih cepat,” ungkapnya.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Pembantu (Capem) BNI Sampang Made Mahmoediarty tidak berhasil ditemui saat berusaha dimintai keterangan.

“Maaf pimpinan belum bisa ditemui,” kata salah seorang karyawan BNI Sampang. (man/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *