Ada Laporan Keluhan, Direktur Akan Pecat Pegawai RSUD

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) ANCAM: Petugas nakal di RSUD dr. Moh. Zyn Sampang akan ditindak tegas jika terbukti tidak melayani masyarakat dengan baik

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Moh. Zyn Sampang seringkali mendapatkan respon keluhan dari sebagian warga pengguna layanan. Namun, keluhan tersebut seringkali tidak dilakukan secara prosedural dengan tanpa dilakukan pelaporan kepada direksi RSUD dr Moh Zyn.

Pimpinan baru RSUD dr Moh Zyn menegaskan pihaknya siap bertindak tegas dan bahkan bisa memberikan sanksi berupa pemecatan terhadap pegawai RSUD dr. Moh Zyn jika sampai ada warga yang melaporkan keluhan karena mempersulit pelayanan.

Bacaan Lainnya

Baik mempersulit administrasi maupun tidak memberikan pelayanan dengan baik. Termasuk tidak melayani pasien yang menggunakan kartu BPJS. Sehingga diminta keluarga pasien melaporkan langsung kepada pimpinan rumah sakit.

Direktur Utama (Dirut) dr. Mohammad Zyn Sampang, dr Agus Akhmadi menguraikan bahwa sudah ada standar operating system (SOP) yang berlaku dan pelanggarnya akan berakibat sanksi.

“Kami akan bertindak tegas jika ada pelayanan yang tidak baik. Semua petugas sudah saya briefing untuk melayani masyarakat secara maksimal. Jika masih ada yang mengecewakan laporkan kepada kami, ” katanya.

Dikatakan, hal itu dilakukan agar pelayanan rumah sakit lebih maksimal. Tidak seperti banyaknya keluhan sebelumnya. Sehingga, merugikan masyarakat Sampang. Apalagi ada petugas yang tidak ramah kepada pasien harus disanksi.

“Saya tidak percaya jika ada keluhan tanpa laporan. Tapi jika ada keluhan dan terbukti saya akan copot petugas yang bersangkutan, ” katanya.

Dia mengatakan, tidak hanya laporan masyarakat yang diharapkan. Namun, pihaknya juga melakukan pembenahan kepada petugas rumah sakit. Salah satunya dengan melakukan pelatihan -pelatihan khusus. Untuk meningkatkan kemampuan petugas rumah sakit.

Termasuk, pelatihan mental kepada semua pegawai. Sehingga mereka siap memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam kondisi apapun.

“Kami akan melakukan pembenahan mental. Mereka pada takut di tes mentalnya. Sebab jika tidak kuat saya copot,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Agus Akhmadi juga melakukan kerjasama dengan penegak hukum. Sehingga, dalam penanganan sanksi kepada pegawai akan dilakukan pendampingan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. Jika terbukti ada karyawan yang korupsi akan ditindak tegas sesuai prosedur hukum.

“Termasuk kepada pegawai yang pulang sebelum waktunya. Karena itu bagian dari korupsi. Kami tekankan kepada semua pegawai untuk disiplin waktu, ” tegasnya. (man/bri)

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *