Ada Peran Produsen di Langkanya Pupuk, Gudang Disidak, Stok Urea Kosong

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) LUPUT: Komitmen produsen pupuk dengan DPTPHP Bangkalan dan Komisi B DPRD Bangkalan tidak dipenuhi. Saat dibutuhkan petani, stok pupuk di gudang kosong.

KABARMADURA.ID | BANGKALANTidak tersedianya pupuk di musim tanam petani, akhirnya terungkap dalam inspeksi yang dilakukan Komisi B DPRD Bangkalan, Kamis (25/11/2021).

Dalam inspeksi mendadak (sidak) itu, rombongan legislator yang membidangi pertanian itu menyambangi gudang penyimpanan pupuk milik PT Petrokimia Gresik di Desa Keleyan, Socah, Bangkalan.

Di sidak tersebut, para wakil rakyat tidak menemukan ketersediaan stok pupuk urea di gudang besar penyimpanan tersebut. Padahal beberapa pekan lalu, sudah menyepakati bahwa produsen diminta tidak terlambat menyediakan dan mendistribusikan pupuk tanpa keterlambatan.

Ketua Komisi B DPRD Bangklan Rokib menyampaikan, sidaknya dilakukan karena timbulnya gejolak di kalangan petani terkait kelangkaan pupuk. Petani selalu mengeluh kekurangan pupuk, padahal sebelumnya sudah diminta ke produsen agar tidak terlambat pendistribusiannya.

“Saya padahal sudah minta dan komitmen dan mereka bilang siap. Ternyata di sini tidak ada pupuk, kemarin ternyata komitmennya hanya berjalan tiga hari,” ucap politisi PDI Perjuangan tersebut.

Kata Rokib, dirinya tidak ingin permasalahan pupuk menjadi masalah rutinan setiap tahun. Sehingga pihaknya mengambil tindakan dengan meminta komitmen pada produsen. Sebab, jika nanti memasuki kelangkaan, maka akan ada protes lagi dari para petani.

Namun dalam sidak itu, pimpinan di gudang tersebut tidak ada karena ada acara di Sumenep. Saat dihubungi melalui telepon, Rokib mendapat jawaban bahwa kendala dari produsen hanya produksi pupuk yang terbatas, kemudian armada pengangkut yang kurang. Sehingga butuh waktu lama untuk sampai di Bangkalan.

“Ini sudah jelas alasan lama, dari dulu begini alasannya, tapi tidak pernah ada solusi,” kata Rokib bernada kesal .

Sedangkan Sekretaris Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DPTPHP) Bangkalan Teguh yang ikut dalam sidak tersebut mengaku,  sebelumnya telah mengirim surat kepada produsen pupuk agar sisa kuota pupuk yang masih di angka 9.000 ton bisa segera dikirimkan ke Bangkalan.

“Kami sudah bersurat sebelumnya, tapi ternyata saat ini masih belum ada perubahan,” ulasnya.

Ketika ditanyakan kembali, kata Teguh, produsen merasa kesulitan dan terbatas produksinya. Alasannya, mereka menangani pupuk se-Jawa Timur, bukan hanya di Bangkalan.

“Mereka selalu pakai alasan ini, padahal di Distributor dan kios sudah menipis stoknya,” tutur Teguh menutup pembicaraan.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *