oleh

Ada yang Terinfeksi Covid-19, Puskesmas Ditutup, Perusahaan Tetap Beroperasi

Kabarmadura.id/SUMENEP-Perusahaan Swasta menjadi klaster baru penularan masa Covid-19 di Sumenep. Total ada 5 orang dinyatakan terinfeksi Covid-19. Sayangnya, hingga saat ini perusahaan masih belum ditutup. Sementara, layanan kesehatan di Kecamatan Guluk-Guluk ditutup.

Humas Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumenep Ferdiansyah Tetrajaya menyampaikan, wajar jika Puskesmas Guluk-Guluk ditutup. Sebab, fasilitas milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Tetapi, untuk perusahaaan yang bukan milik pemkab, langkah penutupannya butuh proses.

“Puskesmas Guluk-Guluk ditutup hal tersebut lebih menjaga jiwa. Sementara di perusahaan karena bukan milik pemkab, butuh proses. Sebab, berkaitan dengan perusahaan,” katanya, Minggu (21/6/2020).

Selain itu, alasan ditutupnya pelayanan puskesmas, karena ada petugas yang reaktif hasil rapid tes, kemudian dinyatakan terinfeksi Covid-19 dari hasil swab tenggorokan.

“Untuk di perusahaan, karena bukan milik pemkab maka keputusan ada di perusahaan. Tetapi, saat ini sudah mulai dikoordinasikan bagaimana di perusahaan dapat ditutup juga,” ujarnya.

Selanjutnya, pelayanan di Puskesmas Guluk-Guluk dialihkan ke puskesmas terdekat, misalnya Puskesmas Ganding dan Puskesmas Pragaan.

Sedangkan 5 orang yang yang terinfeksi Covid-19 dari perusahaan swasta itu, terdiri dari satu laki-laki dan empat orang perempuan. Tiga pasien dari Kecamatan Dasuk, sedangkan dari Kecamatan Guluk-Guluk dan Rubaru masing-masing satu orang. Mereka teridentifikasi sebagai pasien ke-19 hingga ke-23 di Sumenep.

Pasien ke19 berjenis kelamin perempuan (20) asal Surabaya dan tinggal di Kecamatan Guluk-Guluk. Dia datang dari Surabaya pada 11 Juni 2020 dan menjalani rapid test di Puskesmas Kecamatan Guluk-Guluk dengan hasil reaktif. Pada 15 Juni 2020 dilakukan tes swab tenggorokan dan hasilnya terinfeksi Covid-19.

Pasien ke-20 berjenis kelamin laki-laki (30) warga Kecamatan Rubaru. Pasien ini hasil pelacakan tim Satgas Covid-19 Sumenep terhadap karyawan sebuah perusahaan.

Pasien ke-21, perempuan (34), warga Kecamatan Dasuk yang juga karyawan salah satu perusahaan di Sumenep. Dia menjalani rapid test di perusahaanya pada 8 Juni 2020 dan dinyatakan reaktif dan dilakukan swab oleh Labkesda Sumenep pada 15 Juni 2020 dengan hasil terinfeksi Covid-19.

Sedangkan pasien ke-22 juga dari Kecamatan Dasuk, berjenis kelamin perempuan (31) yang mengakui bahwa reaktif dari hasil rapid test yang dilakukan perusahaannya (8/6/2020). Puskesmas Dasuk melakukan rapid test ulang terhadapnya dengan hasilnya reaktif pula.

Kemudian pasien ke-23 adalah perempuan (27) dari Kecamatan Dasuk. Dia adalah karyawan perusahaan yang juga menggelar rapid test dan menyatakan dirinya reaktif, lalu menjalani isolasi mandiri di rumahnya. Pihak Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Sumenep melakukan hal serupa yakni tes swab dengan hasil terinfeksi Covid-19.

Hingga saat ini, pasien terinfeksi Covid-19 di Sumenep tercatat 23 orang dan 8 dinyatakan sembuh, satu orang meninggal dunia. Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanya 19 orang dan 5 orang berstatus dalam pemantauan dari 360 yang sudah 14 hari selesai pemantauan karena sehat tanpa gejala.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Sumenep M. Syukri mengaku telah bersurat kepada bupati. Bahkan, sudah meninjau ke salah satu perusahaan, yakni PT Tanjung Odik. Perusahaan itu sempat diminta tutup atau mengurangi karyawannya.

“Semuanya kami pasrahkan pada eksekutif. Sebab, eksekutif yang layak mengeksekusi,” ujarnya. (imd/waw)

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed