oleh

ADD 178 Desa Siap Cair, Lesong Daya Tetap Tertinggal akibat Perselisihan

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Tidak sepahamnya kepala desa dengan badan permusyaratan desa (BPD), membuat tersendatnya pencairan alokasi dana desa (ADD). Kondisi itu dialami Desa Lesong Daya, Kecamatan Batumarmar. Sementara, pencairan ADD untuk 177 desa di 13 kecamatan di Pamekasan, sudah diproses Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pamekasan.

ADD yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pamekasan tahun 2021 tersebut, dicairkan per 3 bulan sekali. Tahun 2021 ini, total anggarannya mencapai Rp87,744,411,100. Sedangkan tahun 2020 lalu sebesar Rp95,651,232,500.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala DPMD Pamekasan, Ach Faisol melalui Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan dan Pengelolaan Keuangan Desa, Farid Rahman mengatakan, Desa Lesong Daya juga belum menyelesaikan laporan pertanggungjawaban (LPj) penggunaan ADD tahun sebelumnya.

Secara teknis, pengajuan pencairan bisa dilakukan setelah LPj realisasiADD triwulan sebelumnya.

“Masalah di Desa Lesong Daya ini, karena ada permasalahan perangkat desa dan BPD, bahkan APBDes-nya tahun 2020belum ditetapkan,”papar Faisol, Selasa (9/3/2021).

Jatah ADD untuk Lesong Daya masih tersimpan di kas daerah (kasda) Pemkab Pamekasan. Untuk mencairkannya, harus menyelesaikan berbagai kualifikasi ketentuan yang ada, salah satunya LPj.

“Selama tahun 2020 ADD-nya tidak terproses sama sekali, belum ada titik temu antara perangkat desa dan BPD,”ulas Faisol menceritakan kondisi di Desa Lesong Daya.

Sementara Ketua Fraksi Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Rida’i punya keinginan, untuk desa yang belum bisa memanfaatkan ADD, bisa segera difasilitasi oleh DPMD, agar segera bisa mencairkan, sebab yang dirugikan justru warga desa tersebut.

“Perlu difasilitasi untuk secepatnya bisa menggunakan ADD-nya,” pungkas Rida’i. (rul/waw)

 

Komentar

News Feed