Administrasi Tidak Lengkap, Ribuan Data KPM PKH Dicoret

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) DICAIRKAN:  Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harap (PKH) sedang memproses pengambilan bantuan.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan pemerintah pusat banyak dicoret dari data penerima di Sumenep. Di antaranya penerima program keluarga harapan (PKH), bantuan pangan nontunai (BPNT), dan bantuan sosial tunai (BST).

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep Moh Iksan menjelaskan, penyebab dicoretnya penerima bantuan tersebut bermacam-macam. Semisal, Nomor Induk Kependudukan (NIK) tidak valid dan data tercatat ganda.

Bacaan Lainnya

“Kami memang melakukan cleaning data, jika ada KPM yang tidak jelas maka diusulkan dilakukan pencoretan,” papar Iksan (sapaan akrabnya).

Sementara itu, jumlah pencoretan bantuan berdasarkan periode pencairan terakhir yaitu pada bulan Juli, penerima BNPT jumlahnya 105 ribu, dari yang awalnya 123 ribu sebelum penghapusan. Sedang penerima PKH dari 64 ribuan menjadi 40 ribu. Penerima BST, dari semula 56 ribu menjadi 41 ribu.

“Yang paling banyak mereka tercoret karena lantaran administrasi; misalnya nomor NIK tidak valid,” imbuhnya.

Ia melanjutkan,  untuk PKH dari data tercoret tersebut, ada kemungkinan data susulan sesuai Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dari Kemensos RI. Di sisi lain, terkait penghapusan data penerima bansos 2021, banyak menuai keluhan dari masyarakat.

Ahmad Faisal, salah satu penerima program PKH mengungkapkan, proses penghapusan tidak ada koordinasi dengan penerima. Menurutnya, pemerintah pusat tiba-tiba saja menghapusnya. Ia mengaku sempat kebingungan, sebab secara administrasi tidak ada yang keliru.

“Periode kemarin punya kami masih cair, tetapi untuk yang saat ini malah tidak masuk katanya. Padahal, data yang disetor sama dengan yang diminta sebelumnya,” pungkasnya. (ara/maf)

Pencoretan Penerima PKH (Juli 2021)

  • Penerima BNPT: 105 ribu (semula: 123 ribu)
  • Penerima PKH: 40 ribu (semula: 64 ribu)
  • Penerima BST: 41 ribu (semula: 56 ribu)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *