Administrasi Adopsi Anak Banyak Diabaikan

  • Whatsapp
Nia Kurnia Fauzi, istri wakil bupati Sumenep dan ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Sumenep,

Kabarmadura.id/SUMENEP-Program adopsi anak yang diintruksikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur ke Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, hanya diminati dua orang, terhitung dari tahun 2017 hingga 2019.

Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Sumenep Kamiluddin memaparkan, minimnya jumlah yang mengurus administrasi adopsi anak akibat masyarakat yang tidak memiliki kesadaran akan pentingnya bukti tertulis dari pemerintah, sehingga yang terekap hanya dua orang.

“Selama ini yang melakukan adopsi anak hanya ada dua orang pada tahun 2017 lalu, pada tahun ini dan tahun 2018 tidak ada,” paparnya.

Untuk menguatkan dan memberikan penyadaran tentang pentingnya admisitrasi legal tentang adopsi anak, pihaknya sudah berkali-kali mensosialisasikannya. Tahun 2019 ini, sosialisasi tersebut akan digelar pada bulan April mendatang.

Pendaftaran adopsi anak yang dimaksud, hanya diperuntukan bagi masyarakat yang sudah menikah selama lima tahun dengan umur paling rendah 30 tahun dan maksimal 55 tahun. Selain itu, harus pertimbangkan kemampuan ekonomi.

Meskipun sudah memiliki anak angkat, masih diperbolehkan mengadopsi kembali, tetapi dengan mengurus administrasi. Pengurusan administrasi tersebut tidak dipungut biaya.

“Dan juga yang perlu diingat bahwa ini hanya bisa dilakukan bagi yang seagama dan sudah dinyatakan oleh dokter ahli bahwa tidak bisa memiliki anak,” paparnya. (mun/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *