Agar Pencairan PIP SMP Tidak Tertunda, Disdikbud Pamekasan Gelar Sosialisasi untuk Operator


Agar Pencairan PIP SMP Tidak Tertunda, Disdikbud Pamekasan Gelar Sosialisasi untuk Operator
(DISDIKBUD PAMEKASAN FOR KM.ID) OPTIMIS: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan Akhmad Zaini saat memberikan sambutan pada acara sosialisasi Program Indonesia Pintar (PIP) di Cahaya Berlian Hotel, Senin (5/9/2022).

KM.IDPAMEKASAN -- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan menggelar sosialisasi Program Indonesia Pintar (PIP) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Cahaya Berlian Hotel, Jalan Raya Panglegur, Desa Panglegur, Kecamatan Tlanakan, Senin (5/9/2022).

Kegiatan sosialiasasi tersebut diikuti oleh semua operator SMP Negeri dan Swasta se-Pamekasan yang berjumlah sekitar 181 orang.

Kepala Disdikbud Pamekasan Akhmad Zaini menekankan agar operator dan kepala sekolah tidak menunda pencairan PIP serta segera memasukkan data siswa yang wajib menerima PIP sesuai haknya.

"Saya berharap kepada para operator untuk segera mencairkan kalau sudah ada, jangan pernah abai kepada kewajiban yang telah ditetapkan," ungkapnya, Senin (5/9/2022).

Mantan Kabag Kesra Setkab Pamekasan itu menasihati para peserta. Bahwa, barang siapa yang mempermudahkan urusan fakir miskin akan mendapat balasan setara, yakni urusannya juga akan menemui jalan yang mudah.

Meskipun berat, lanjut Zaini, tugas pencairan PIP tersebut tetap wajib dilaksanakan cepat. Agar mereka yang berhak segera mendapatkan haknya itu.

"Mari maksimalkan usaha yang bisa kita lakukan dalam menyukseskan PIP, agar menjadi ladang ibadah karena membantu orang miskin," pungkasnya.

Sementara Kabid SMP Disdikbud Pamekasan Ach. Rifa'i menyampaikan bahwa permasalahan PIP yang harus segera dituntaskan itu ada dua poin. Pertama, tepat sasaran dan kedua, cepat pencairan.

"Makanya kami sengaja mendatangkan operator DTKS Dinsos Pamekasan dan pihak Bank BRI, agar mereka bisa memberikan pemahaman kepada operator sekolah," ungkapnya, Senin (5/8/2022).

Menurut Rifa'i, Tahun ini Pemkab Pamekasan telah menetapkan kuota penerima PIP sebanyak 1.200 siswa.

"Acara ini digelar untuk menjawab pertanyaan operator, umpamanya siswa yang seharusnya mendapat PIP ternyata tidak dimasukkan dalam data, dan ada juga yang menerima namun belum cair sampai siswa lulus," ucapnya.

Persoalan tersebut, lanjut Rifa'i, menjadi atensi pemerintah. Sebab, PIP sendiri hanya lewat Dinas dan langsung ke siswa. "Jadi memang harus dikawal bersama, baik dari Dinas ataupun sekolah," ujarnya.

Rifa'i berharap setelah acara ini, para operator bisa memahami proses input data dan mengerti siswa seperti apa yang berhak mendapat PIP. "Dan, tidak boleh ada siswa yang memperoleh PIP namun tidak cair," pungkasnya.

Reporter: M. Arif

Redaktur: Sule Sulaiman