oleh

Agen Penyalur Pastikan Komoditi BPNT Layak Konsumsi

KABARMADURA.ID, Pamekasan  –Temuan komoditi bantuan pangan non tunai (BPNT) berupa telur busuk yang tersalurkan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di Desa Gagah, Kadur, Pamekasan, langsung diklarifikasi oleh agen penyalur atau e-Warung di desa setempat.

Samsul Arifin selaku pemili e-Warung mengaku, temuan itu sejatinya langsung diganti dengan telur baru. Dia membenarkan adanya komoditi telur yang tidak layak konsumsi, namun setelah diperiksa, ternyata hanya satu butir.

Karenanya, pihaknya langsung mendatangi KPM bersangkutan dan mengganti satu paket telur yang terdapat telur busuk dengan satu paket telur baru yang semuanya segar dan sangat layak konsumsi.

Tidak hanya itu, Samsul menerangkan, pihaknya sama sekali tidak bermaksud menyalurkan telur busuk kepada KPM. Hal itu murni karena ketidaktahuannya bahwa ada satu butir telur yang kurang bagus.

Bahkan, sebelum semua telur disalurkan kepada seluruh KPM, pihaknya telah memeriksa semua telur untuk memastikan semuanya layak konsumsi. Sebelum disalurkan, dirinya telah membuang 28 telur yang pecah dan tidak layak konsumsi agar tidak tersalur ke KPM.

“Padahal itu semua sudah saya periksa satu persatu sebelum disalurkan. Mungkin yang satu butir itu tidak ketemu,” ungkapnya.

Dengan adanya temuan tersebut, dirinya bersyukur karena pihaknya bisa lebih berhati-hati kembali dan benar-benar memastikan bahwa semua komoditi BPNT bagus dan layak konsumsi.

Bahkan setelah adanya temuan tersebut, pihaknya langsung meminta bantuan para kepala dusun dan pamong untuk mendatangi semua KPM dan memastikan komoditi yang telah disalurkan semuanya bagus dan layak konsumsi, hasilnya tidak ada kejadian serupa pada KPM lain.

Menurutnya, hal ini merupakan tanggung jawabnya sebagai agen penyalur. Bahkan sebagai bentuk pertanggungjawaban, pihaknya siap mengganti rugi semua komoditi yang dirasa tidak layak konsumsi dengan komoditi baru.

“Ini tanggung jawab saya. Harus saya ganti jika ada yang begini. Ke depan, agar tidak terjadi hal yang sama nanti KPM saya suruh periksa dulu satu per satu sebelum dibawa,” tegasnya.

Tidak hanya itu, dia menjelaskan bahwa perbedaan merk beras yang disalurkan karena disesuaikan dengan harga komoditi lainnya. Bahwa komoditi BPNT yang dia salurkan terdiri dari dua model paket yaitu: paket pertama berisi beras merk bintang madura, kacang dan telur. Paket kedua yaitu serta beras merk maharani, kedelai, dan telur.

Sementara harga kacang lebih mahal dari kedelai terpaut harga Rp3.500 ribu, sehingga untuk menyesuaikannya, maka beras pada dua model paket tersebut dibedakan, karena harga beras maharani lebih mahal dari beras bintang madura terpaut harga Rp3.500 ribu.

“Agar KPM bisa memiliki menu pilihan, mau kacang apa kedelai. Tapi berasnya beda, total harga semua yaitu Rp200 ribu,” pungkasnya. (ali/waw)

 

Komentar

News Feed