oleh

Ahli Waris Pasien Covid-19 yang Meninggal Dunia Tolak Bantuan

Kabarmadura.id/SAMPANG-Bantuan uang tunai untuk ahli waris pasien Covid-19 yang meninggal dunia, masih menuai penolakan. Berdasarkan data Dinas Sosial (Disos) Sampang yang dihimpun dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang, terdapat 13 korban meninggal karena terinfeksi Covid-19. Masing-masing pasien meninggal dunia akan dibantu sebesar Rp15 juta.

Kepala Bidang (Kabid) Bansos dan Perlinsos Dinsos Sampang Erwin mengatakan, dari 13 korban meninggal karena wabah Covid-19, 10 di antaranya sudah diajukan sebagai penerima bantuan ke Dinsos Jawa Timur (Jatim). Tetapi waktu pencairannya belum bisa dipastikan.

Alasannya hanya mengajukan 10 bantuan, karena baginya, hanya 10 ahli waris korban meninggal Covid-19 yang bersedia menerimanya.

“Di Sampang ada 13 korban meninggal Covid-19, tetapi yang bersedia untuk menerima bantuan hanya 10 ahli waris dari jumlah 13 itu,” ungkapnya, Senin (14/9/2020).

Program tersebut sesuai dengan Surat Edaran (SE) Direktorat Perlindungan Sosial dan Bencana Sosial Kemensos RI Nomor: 427/3.2/BS.0102/06/2020 Tentang Penanganan Perlindungan bagi Korban Meninggal akibat Wabah Covid-19.

Sedangkan 3 ahli waris lainnya menolak untuk didata. Bahkan, agar keluarga atau ahli waris bisa menikmati bantuan dari pemerintah pusat ini, dinsos sudah tiga kali melakukan pendataan ke yang bersangkutan  tetapi hasilnya tetap tidak bersedia.

Selain itu, saat ditanya penyebab penolakan tersebut Erwin menyebutkan tidak tahu pasti, tetapi pihaknya memprediksi, alasan menolak tersebut karena ahli waris berfikir nyawa tidak bisa ditukar dengan uang.

“Ia ada 3 ahli waris menolak untuk diajukan sebagai penerima, padahal kami turun ke lapangan sudah tiga kali. Dan untuk alasannya saya tidak tahu pasti, tetapi saya prediksi bahwa ahli waris menolak karena meninggal akibat Covid-19,” imbuhnya.

Namun pihaknya menolak menyebut identitas sekaligus lokasi ahli waris yang menolak bantuan tersebut dengan alasan menyangkut hak pribadi.

Sedangkan ahli waris yang menolak bantuan, tidak bisa dicairkan oleh orang lain, sehingga ia memastikan uang tersebut tidak bisa dimanfaatkan oleh orang lain. Hal itu, juga dipastikan pencairannya langsung dilakukan oleh ahli waris.

“Kami hanya menunggu, sebab belum ada surat kapan pencairannya, tetapi untuk anggaran dari Kemensos sudah disediakan, tapi belum bisa dicairkan,” pungkasnya. (mal/waw)

Komentar

News Feed