oleh

Ahmah Musenni, Pemuda yang Gemar Manfaatkan Lahan Tandus

Kabarmadura.id/Bangkalan-Ahmah Musenni, pemuda asal Desa Gegger Kecamatan Gegger Kabupaten Bangkalan dikenal sebagai sosok pemuda yang gigih dan inspirator dalam bidang  pertanian.

MOH. SAED, BANGKALAN

Soal prestasi jangan ditanya, walaupun semasa kuliah masuk jurusan  pendidikan bahasa Indonesia, namun bidang pertanian juga dikuasai sebagai pemuda ini. Bahkan dia sangat peduli terhadap lahan kosong.

Pria kelahiran Bangkalan 8 Agustus 1997 ini berhasil mengajak golongan pemuda untuk aktif dalam bidang pertanian.

“Sengaja saya ajak pemuda agar lebih aktif mengenal pertanian n sebab sekarang sudah waktunya golongan pemuda yang menggantikan golongan tua agar petani lebih maju dari sebelumnya,” ungkapnya.

Dia juga membentuk kelompok tani, dengan cara seperti itu, harapannya membuat semua masyarakat yang bergelut dalam bidang pertanian di daerahnya bisa bersatu dan kompak dalam memajukan pertanian.

“Dengan adanya kelompk tani, saya berharap agar masyarakat bisa kompak memberikan solusi agar masyarakat yang menyambung hidup dari hasil  bertani lebih mudah dan maju,” ucapnya.

Selain itu dirinya juga berharap dengan adanya kegiatan pengembangan pertanian bisa menjadi inspirasi masyarakat di sekitarnya.

Musenni mencontohkan, untuk membuktikan bahwa apa yang diharapkan bisa terwujud, yakni dengan mencoba menanam sekitar 1000 bibit cabe serta 200 bibit tomat dan 500 bibit timun.

“Alhamdulillah bibit tersebut bisa tumbuh subur dan hasil pertama sudah kita jual,” terangnya.

Dengan cara seperi itu dirinya menunjukan kepada masyarakat, agar masyarakat lebih kompak dan lebih giat lagi dalam bidang pertanian. Sebenarnya ia hanya ingin memulai terlebih dahulu, agar masyarakat menyadari peluang pertanian ini dengan melihat jumlah lahan kosong yang tidak terpakai bisa digunakan dengan baik.

Dia  sangat menyayangkan ketika melihat lahan kosong dibiarkan begitu saja. Sementara apabila dikelola dengan serius lahan kosong itu bisa menghasilkan buah maupun tanaman.

Menurutnya, masyarat desa dalam dunia pertanian selama ini cenderung hanya menanam padi dan jagung.

“Kalau nanti masyarakat disini mulai sadar oleh kegiatan pertanian yang dimulai oleh generasi muda tentu nanti akan banyak yang mengikuti,” imbuhnya.

Sebelumnya, dirinya bergerak mulai dari tujuh orang pemuda untuk menunjukan kepada masyarakat agar memanfaatkan lahan yang kosong. Pada saat itu respon masyarakat banyak yang suport, bahkan tidak sedikit dari mereka yang menawarkan lahan kosongnya untuk dimanfaatkan.

Selain itu, mereka juga ikut andil dalam proses penggarapan dan proses penanaman.
Masyarakat juga diajak untuk melakukan praktik langsung agar tanaman tetap subur serta tidak mudah diserang oleh hama penyakit.

“Untuk perawatan sangat sederhana, cukup penyiraman satu hari dua kali pagi dan sore, serta diberikan, intinya gerakan kami ingin memfungsikan lahan kosong dengan sebaik mungkin,” tukasnya. (mam)

 

Komentar

News Feed