oleh

Air di RSUD Sering Kurang Untuk Sekedar Wudhu

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Pengunjung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mohammad Zyn Sampang mengeluhkan terhadap ketersediaan air di ruangan pasien maupun di fasilitas lainnya di luar kamar pasien yang dianggap kurang. Keluhan tersebut, utamanya karena ketersediaan air yang sering tidak memadai untuk sekedar memenuhi kebutuhan kencing dan juga wudhu.

Sunardi, 37, warga Kec. Robatal salah satu warga yang menyampaikan keluhannya. Selama tiga hari mendampingi keluarganya ada di rumah sakit, sangat kesulitan untuk menunaikan wudhu karena kurangnya air.

“Saya sejak tiga hari di rumah sakit, air memprihatinkan. Di kamar pasien airnya hidup tapi kecil. Belum banyak airnya sudah mati. Sehingga sering kekurangan air,” ungkapnya.

Dia menambahkan, kekurangan air juga terjadi di sejumlah kamar mandi di luar kamar, termasuk musholla. Keluarga pasien harus antri untuk shalat, itupun terdapat pengunjung yang antri sudah kehabisan air, sehingga harus ambil wudhu di kamar pasien masing-masing dengan air seadanya.

Bahkan, lanjut Sunardi, banyak keluarga pasien bergantian shalat di luar area rumah sakit. Sebab kondisi air sangat minim. Diakui, jika kondisi itu terjadi setiap hari sejak berada di rumah sakit.

“Kurangnya air menyulitkan kami keluarga pasien dan pasien sekalipun. Karena kami selama disini butuh mandi dan shalat. Tapi hampir di tempat mandi kekurangan air dan harus antri,” katanya.

Dia mengaku sempat bertanya ke petugas di rumah sakit soal kurangnya air. Termasuk melaporkan kondisi ruangan pasien. Namun untuk keluarga yang mau shalat dan mandi disarankan cari di luar rumah sakit.

Sementara Direktur RSUD dr. Moh. Zyn Sampang, Titin Hamidah masih saja menolak memberikan keterangan. Berusaha dikonfirmasi melalui nomor ponselnya tidak ada tanggapan.

RSUD Mohammad Zyn sejatinya memiliki anggaran belanja air sebesar Rp. 840 juta selama setahun. Anggaran tersebut direncanakan untuk belanja air selama setahun dan pengadaannya juga dilaksanakan secara kontraktual melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Sampang.  (man/bri)

 

Komentar

News Feed