oleh

Ajak Masyarakat Giat Beribadah dengan Istiqomah

Kabarmadura.id/Sumenep-Seseorang tidak harus menjadi orang kaya, tidak harus menjadi orang pintar dan tidak harus menjadi orang yang berkuasa untuk memiliki pengaruh di masyarakat. Menjadi orang biasa yang istiqamah dalam melaksanakan kebaikan justru lebih dihormati. Terlebih apa yang dilaksanakan dapat berbuah manis terhadap diri serta orang lain.

IMAM MAHDI, SUMENEP

Menjelang matahari terbit, Bakri selalu istiqamah dalam membaca Al-Qur’an di Mushalla Al-Hidayah di Desa Errabu, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep. Meski mengaji sendirian, dia tetap berkomitmen untuk senantiasa mengaji walau hanya satu juz tiap hari.

Lantunan ayat suci Al-Qur’an senantiasa berkumandang di Mushalla tersebut dengan menggunakan dua alat pengeras suara dengan arah yang berbeda. Satu arah menghadap Desa Moncek Timur, Moncek Tengah dan Desa Moncek Barat, Kecamatan Lenteng.

Sementara satunya  menghadap Desa Errabu, Desa Gilang, Desa Gingging dan Desa Sera, Kecamatan Bluto. Tak ayal, jika masyarakat di tujuh desa itu selalu mendengarkan lanutunan ayat suci yang dikumandangkan olehnya.

Kae Bakri (sapaan akrabnya) mengatakan, sejak kecil dirinya sudah diajari untuk istiqomah dalam membaca Al-Qur’an. Prinsip itu dia peroleh dari kedua orang tua serta gurunya. Dengan istiqamah, dirinya meyakini aka nada berkah tersendiri yang akan diperoleh

“Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan umat manusia sebagai mukjizat. Al-Qur’an menjadi salah satu bukti yang tak terbantahkan akan kebenaran Muhammad sebagai Rasulullah, sekaligus kebenaran Islam sebagai agama rahmatan lil’alamin,” katanya Kamis (27/08/2020).

Hingga saat ini, pria kelahiran Sumenep 6 Agustus 1985 itu terus menekuni amalan keagamaan tersebut. Meski usianya sudah 62 tahun, dia tidak pernah meninggalkan bacaan Al-Qur’an dalam kesehariannya.

Atas ketekunannya membaca Al-Qur’an, dia dipercaya masyarakat untuk mengkhatamkan Al-Qur’an di rumah tetangganya. Bahkan, masyarakat yang pernah mendengar juga sering mengundangnya untuk kebutuhan syukuran.

“Tidak pernah digaji (saat diundang menghatamkan Al-Qur’an, red), saya hanya diberi kebutuhan makan,” papar pria yang punya prinsip  ikhlas beramal ini.

Baginya, kehidupan di dunia hanya sementara. Dirinya berfikiran, pekerjaan yang bersifat duniawi tidak selalu diprioritaskan. Dia fokus untuk terus istiqamah membaca Al-Qur’an. Baginya, ketenangan hidup sesungguhnya akan diperoleh ketiak istiqamah menjalankan ibadah.

Dengan rajin membaca Al-Qur’an, saat ini dirinya dipercaya untuk memimpin koloman tadarus Al-Qur’an di rumah-rumah anggota koloman tersebut. Dia juga dipercaya untuk memimpin kegiatan tadarus atau mengaji di makam sesepuh, guru, serta pahlawan.

Dia menjelaskan, ada beberapa keutamaan dalam membaca Al-Qur’an. Di antaranya, mendapat pahala berlipat, derajatnya akan diangkat, mendapatkan ketenangan hati, mendapat pertolongan Allah SWT di hari kiamat, terbabas dari aduan Rasulullah SAW pada hari kiamat dan dihadiri malaikat, serta ditempatkan bersama malaikat.

“Tekun dan istiqamah dalam melakukan amal kebaikan ada pasti ada hikmah di balik itu,” ujarnya.

Menurutnya, amal yang baik bukan karena banyak bicara. Tetapi, diimbanngi dengan pekerjaan yang senantiasa istiqamah, tanpa mengenal lelah insyallah orang lain dan masyarakat pasti melirik serta dijadikan panutan hidup.

“Intinya tekun beribadah serta banyak membaca Al-Qur’an pasti hati dan pikiran tenang dan masyarakat juga melirik dan mengikutinya,” pungkasnya. (imd/pin)

Komentar

News Feed