oleh

AJS Bagikan Masker dan Hand Sanitizer ke PKL

Kabarmadura.id/Sampang-Sekelompok jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Sampang (AJS), melakukan aksi sosial dengan membagikan masker dan hand sanitizer gratis pada pedagang asongan, pedagang kaki lima (PKL) dan tukang becak di Kabupaten Sampang.

Ketua AJS Kamaludin Harun mengatakan, pihaknya sengaja menyisir sejumlah pedagang dan abang becak, lantaran mereka menjadi salah satu kelompok yang kerap bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Ironisnya, selama ini para PKL dan tukang becak seringkali tidak menenakan alat pelindung diri (ADP), baik berupa masker atau hand sanitizer. Oleh karena itu, para anggota AJS berinisiatif untuk melakukan aksi bagi-bagi masker kain dan hand sanitizer, agar para PKL dan tukang becak terhindar dari paparan Covid-19.

“Langkah ini menjadi singal bahwa jurnalis juga berupaya melawan sebaran virus ini,” ungkapnya, Selasa (21/4/2020).

Jurnalis senior di Kota Bahari juga mengatakan, para pedagang dan tukang becak bukan tidak mau mengindahkan imbauan pemerintah untuk berdiam di rumah. Akan tetapi, mereka juga harus berfikir keras untuk menjalankan roda ekonomi demi memenuhi kebutuhan hidup.

Oleh sebab itu, melalui kegiatan sosial tersebut, pihaknya ingin turut serta melindungi para pedagang dan tukang becak dari sebaran Covid-19. Sehingga para pedagang bisa fokus untuk mencari nafkah keluarga dengan tetap memperhatikan upaya pencegahan Covid-19.

“Memerangi Covid-19 tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi kita semua juga harus proaktif demi keselamatan bersama,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris AJS Hendriyanto menyampaikan, masyarakat dan pedagang juga memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja dalam upaya meminimalisir sebaran Covid-19, baik secara pribadi, keluarga dan lingkungan.

Sementara itu, 200 masker yang disalurkan bersamaan dengan puluhan botol hand sanitize kepada PKL dan tukang becak itu, merupakan hasil produksi masyarakat lokal Sampang.

“Artinya kami juga melibatkan penjahit lokal untuk membuat masker, dan kemudian kami distribusikan dengan keliling guna menghindari kerumunan massa,” tururnya.

Sementara itu, Abdul Hamid, salah seorang penjual sate di Jalan Wijaya Kusuma Sampang mengaku, sebenarnya dirinya ingin membeli masker untuk melindungi diri dari wabah Covid-19.

Hanya saja dirinya mengaku kesulitan mencari masker yang murah, meskipun ada masker di sejumlah toko atau apotek, pihaknya mengaku tidak mampu membeli karena harga yang cukup mahal.

“Untuk buat makan saja belum cukup, jualan berkurang, gimana yang mau beli masker,” pungkasnya. (mal/pin)

 

Komentar

News Feed