oleh

Ajukan Rp1 M Dipenuhi Separuh, Validitas DTKS Jadi Taruhan

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Terkait belum validnya data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS), lantaran Dinas Sosial (Dinsos) Sumenepmerasa kekurangan anggaran. Terutama anggaran untuk kegiatan verifikasi data. Nilai yang dibutuhkan sekitar Rp1 miliar.

Kepala Dinsos Sumenep Moh Iksan mengatakan, anggaran untuk pemutakhiran DTKS yang dibutuhkan sekitar Rp1 miliar. Saat ini anggaran itu sedang diajukan.

Tapi berhubung anggaran atau kekuatan alokasi pendapatan dan belanja daerah (APBD) masih terbatas, pihaknya pesimis pengajuan anggaran tersebut disetujui.

Untuk mengatasinya, mantan kepala Bidang (Kabid) Pemuda dan Olahraga, Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep itu akan memaksimal di perubahan alokasi khusus (PAK) APBD 2021.

“Namun ketersediaan anggaran masih separuh, insyaallah PAK kami ajukan anggaran tambahan. Yang separuh itu kami maksimalkan di pemutakhiran DTKS. Kebetulan pengajuan anggaran tersebut disepakati hampir separuh,” imbuhnya.

Kendati dengan minimnya anggaran, dia berjanji menuntaskan pemutakhiran data, agar tidak muncul kesan ada bantuan tidak tepat sasaran.

Untuk sementara, personel pemutakhiran data akan diproyeksikan satu petugas di setiap kecamatan.

“Insyaal Allah April target sudah siap dimulai,” tegas Iksan memastikan.

Sementata itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Sumenep Siti Hosna mengatakan, kinerja pemerintah agar tidak terlihat sia-sia harus ada inisiasi, jangan hanya ada ketergantungan terhadap anggaran.

“Harus dituntaskan memang, apalagi masih data lama yang dipakai, sehingga yang dulu tidak punya sekarang kaya, malah yang kaya yang dapat,” paparnya. (ara/waw)

Komentar

News Feed