Akademisi UTM Bangkalan Rekomendasikan Pengelolaan Desa  Wisata

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) REKREASI: Beberapa pengunjung saat menikmati keindahan wisata di Pantai Tlangoh Tanjungbumi Kabupaten Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Demi fokus pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19, akademisi memberikan rekomendasi pengelolaan desa wisata. Sehingga, semua lapisan ekonomi dan peluang usaha di segala sektor bisa kembali hidup. Namun, pengelolaannya harus berbasis desa.

Sedangkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan hanya fokus memberikan fasilitas untuk mengembangkan peluang usaha tersebut. Sehingga, pengembangan wisata dari hulu ke hilir di tingkat desa bisa tercapai dengan mudah. Hal ini diungkapkan Ketua Pusat Pengembangan Perencanaan Pariwisata Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan Eni Sri Rahayu Ningsih, Minggu (29/8/2021).

“Pengelolaan wisata ini tidak hanya perihal fasilitas saja, tapi pemeliharaannya juga. Jadi, dengan memaksimalkan proses pengembangan hulu ke hilir tersebut nanti diharapkan semua pihak bisa ikut serta melakukan dorongan. Sehingga bisa membangkitkan semua sektor. Proses ini tentu butuh dukungan dari sarana, pengelolaan sadar wisata dan juga para pengusaha di tingkat desa,” ujarnya.

Menurutnya, dengan menggunakan konsep pematangan desa wisata, proses munculnya dan pengelolaan wisata bisa lebih cepat dan efektif. Sebab, jika semua ditanggung oleh pemerintah daerah, maka akan lebih mudah berkembang. Hanya saja, kemampuan dana pemkab terbatas. Namun, komunikasi dan kebutuhan perencanaan dan fasilitas bisa diakomodir pemkab.

“Seperti, konsep dan strategi pengembangan. Sehingga nanti semua desa bisa bergerak dengan langkah yang sama dengan potensi yang berbeda. Masyarakat kita ini, kan masih belum semuanya sadar pariwisata, nah ini nanti yang seharusnya menjadi fokus pemerintah,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan Moh Hasan Faisol memaparkan, berkaitan teknis fasilitasi akan terus mengembangkan kelompok sadar wisata (pokdarwis). Sehingga, menjadi kekuatan untuk menyadarkan masyarakat tentang pariwisata. “Kami sudah punya pokdarwis, jadi nanti tinggal dikembangkan saja,” paparnya.

Pihaknya juga berharap, agar semua pihak dan lintas organisasi pemerintah daerah (OPD) saling bersinergi dan bisa bekerja sama. Baik dalam membangun dan menyediakan sarana. “Banyak sektor yang bisa kami gandeng, semoga nanti bisa disesuaikan dan saling berkoordinasi,” harapnya. (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *