Akhir Perjalanan Madura United di IFeL

  • Whatsapp
(FOTO: MADURA UNITED FOR KM)  GAGAL: Madura United tidak bisa menjadi juara di IFeL Liga 1 2021.

KABARMADURA.ID | Langkah Madura United di Indonesian Football e-League (IFeL) Liga 1 2021 terhenti di grand final stage, di fase sistem gugur.

Di Bracket awal, Madura United melawan Persiraja Banda Aceh, Sabtu (4/12/2021) siang. Namun, di laga tersebut harus menyerah melalui dua pertandingan, yakni dengan skor 2-0.

Bacaan Lainnya

Setelah itu, Madura United turun ke lower bracket, ialah tim-tim yang kalah di babak sebelumnya. Dalam fase tersebut, tim berjuluk Laskar Sape Kerrab itu bertemu dengan Barito Putera dan kembali menelan kekalahan, melalui drama adu penalti.

Kekalahan tersebut menjadi akhir perjalanan tim yang berusia lima tahun ini di IFeL Liga 1 2021.

General Manager (GM) Madura United Umar Wachdin menyampaikan, Ricky Vega sebagai pemain e-Sport Madura United sudah berjuang maksimal. Namun, keberuntungan belum memihak.

GM asal Pamekasan ini berharap, musim depan bisa kembali berprestasi dengan capaian yang lebih baik. Agar, Madura United di dunia e-Sport bisa terus menjadi tim kuat.

“Semoga musim selanjutnya bisa lebih baik dan kembali berprestasi. Kami akan belajar dari kegagalan ini, sebagai modal ke depannya,” ungkapnya kepada Kabar Madura, Minggu (5/12/2021).

Sejatinya, terjadi kecelakaan terhadap Madura United musim ini. Yakni jelang kompetisi tinggal dua pekan, pemain e-Sport yang pertama, Adyatma Priadi melakukan pelanggaran etik. Sehingga, manajemen Madura United menggantinya di tengah jalan dengan pemain baru di IFeL Liga 1 2021, yakni Ricky Vega.

Reporter: Syahid Mujtahidy

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *